Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pejabat Pemkab Bogor Meninggal saat Daki Bukit Paniisan

📅 Senin, 01 Des 2025, 15:47 WIB | Oleh:
Pejabat Pemkab Bogor Meninggal saat Daki Bukit Paniisan Doc: ANTARA/HO-BPBD Kabupaten Bogor
Ket. Petugas BPBD mengevakuasi jenazah Rusli Permana dari Bukit Paniisan, Babakanmadang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Kabupaten Bogor -- Seorang pejabat Pemerintah Kabupaten Bogor, Jawa Barat, meninggal saat mendaki Bukit Paniisan di Desa Bojong Koneng, Kecamatan Babakan Madang, Bogor, Minggu (30/11).

Korban bernama Rusli Permana (49), ASN Kabupaten Bogor yang menjabat sebagai Kabid Pemanfaatan dan Pengamanan pada Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Bogor. Ia dilaporkan pingsan setelah mengeluh sakit dada berulang kali saat mendaki.

Kabid Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor, M Adam Hamdani di Cibinong, Senin, membenarkan kejadian tersebut.

“Korban sempat beberapa kali berhenti untuk beristirahat karena keluhan dada sebelum akhirnya pingsan. Evakuasi dilakukan tim gabungan bersama warga,” katanya.

BPBD menerima laporan pada pukul 12.26 WIB dan mengerahkan Tim Reaksi Cepat (TRC) pada pukul 12.30 WIB. Tim tiba di lokasi pukul 13.30 WIB dan melakukan penanganan hingga pukul 17.00 WIB.

Korban dievakuasi pada pukul 14.30 WIB dalam kondisi meninggal dunia. Jenazah kemudian dibawa ke RS EMC Sentul untuk pemeriksaan lanjutan sebelum dipulangkan ke rumah duka.

Saksi di lokasi adalah Heru Muchaerul Fallah (34), warga Kecamatan Jonggol. Korban sendiri berasal dari Desa Tlajung Udik, Kecamatan Gunung Putri.

Operasi evakuasi melibatkan TRC BPBD Kabupaten Bogor, BPKAD Kabupaten Bogor, Babinsa, pengelola wisata, relawan trekking bukit, serta ambulans Yayasan Prabowo Subianto Djojohadikusumo.

Adam menyampaikan bahwa operasi lapangan juga meliputi koordinasi dengan aparat setempat, pendataan, dan pemeriksaan kondisi korban.

“Kami mengimbau pendaki untuk memperhatikan kesiapan fisik serta kesehatan sebelum trekking di kawasan perbukitan,” ujarnya.

BPBD menyebut kebutuhan dasar penanganan meliputi kantong jenazah, medical kit lengkap, dan tandu lipat sebagai bagian dari prosedur standar operasi darurat.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Forum Ulama Satukan Komitmen Tolak Politik Uang di Muktamar ke-35 NU
    Preview komentar:
    Apakah Bank Nagari ada layanan bebas pulsa? Layanan WhatsApp ...
    Apakah Bank Nagari ada layanan bebas pulsa? Layanan WhatsApp ...
  • Cuaca Hari Minggu Cerah Berawan di Sebagian Besar Wilayah Indonesia
    Preview komentar:
    Apakah Bank Nagari ada layanan WhatsApp? Layanan WhatsApp call ...
    Apakah Bank Nagari ada layanan WhatsApp? Layanan WhatsApp call ...
  • 269 Lulusan PT Terpilih untuk Program Magang Nasional di Kemenpar
    Preview komentar:
    Berapa nomor layanan bebas pulsa Bank Nagari? Layanan WhatsApp ...
    Berapa nomor layanan bebas pulsa Bank Nagari? Layanan WhatsApp ...
Rona
Nicolas Cage Akhirnya akan ...
Daerah
Anggota DPR Dorong Perlindu...
NTT Terus Diguncang Gempa Susulan, Sulteng Diterpa Lindu 5,4

NTT Terus Diguncang Gempa Susulan, Sulteng Diterpa Lindu 5,4

23 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.