Muhammadiyah Masuk 10 Besar Organisasi Keagamaan Terkaya di Dunia, Kekayaannya Ratusan Triliun!
📅 Jumat, 24 Okt 2025, 08:50 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: Muhammadiyah
JAKARTA - Media statistik dan visual data Asia Tenggara, Seasia Stats, melalui akun Instagram resminya merilis daftar 10 organisasi keagamaan terkaya di dunia tahun 2025.
Dari data tersebut, Muhammadiyah yang merupakan salah satu organisasi keagamaan asal Indonesia, telah menempati posisi keempat dengan kekayaan ratusan triliun.
Daftar kekayaan yang dihimpun mencakup nilai aset serta investasi yang dimiliki masing-masing organisasi.
Data ini mencerminkan kiprah lembaga keagamaan dalam berbagai aspek. Tidak hanya aktif kegiatan dakwah, tetapi juga berkontribusi di bidang pendidikan, kesehatan, sosial, dan ekonomi sebagai kepentingan umat.
Untuk selengkapnya, berikut 10 daftar organisasi keagamaan terkaya di dunia 2025 versi Seasia Stats dengan perhitungan kurs Rp16.620/USD.
Sebaiknya Anda baca juga:
1. The Church of Jesus Christ of Latter-Day Saints
Gereja bagi umat Kristen ini memiliki kekayaan sekitar USD265 miliar atau setara dengan Rp4.404 kuadriliun.
Dengan total kekayaan tersebut, organisasi keagamaan bagi umat Kristiani di Amerika Serikat ini menempati posisi pertama dalam daftar organisasi keagamaan terkaya di dunia.
Sebaiknya Anda baca juga:
2. Catholic Church in Germany
Gereja Katolik asal Jerman ini menempati posisi kedua dengan kekayaan sekitar di USD47.24 – USD265.62 miliar atau berkisar antara Rp785.12 triliun – 4.414 kuadriliun.
3. Tirumala Tirupati Devasthanams (TTD)
Posisi ketiga ditempati oleh organisasi keagamaan Hindu asal India yang mempunyai kekayaan sekitar USD31.11 miliar atau setara dengan Rp517 triliun.
Organisasi Hindu ini diketahui mengelola salah satu kuil terkaya di India yang populer di kalangan umatnya.
4. Muhammadiyah
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!