Geger Hujan Mikroplastik di Jakarta! Pemprov DKI Langsung Turun Tangan Buru Sumber Pencemar
📅 Jumat, 24 Okt 2025, 17:05 WIB | Oleh: Paundra Zakirulloh
Doc: Istimewa
JAKARTA – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) langsung bergerak cepat setelah hasil penelitian Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengungkap temuan mengejutkan: mikroplastik ditemukan dalam air hujan di Jakarta. Pemerintah menegaskan langkah penguatan riset, pengawasan sumber pencemar, dan edukasi publik akan segera digencarkan untuk melindungi kesehatan warga ibu kota.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Asep Kuswanto, mengatakan hasil riset BRIN menjadi pengingat serius bahwa polusi plastik kini sudah memasuki tahap yang lebih rumit. Menurutnya, temuan ini bukan hal yang perlu ditakuti, melainkan alarm untuk memperkuat kolaborasi lintas lembaga.
“Begitu hasil riset BRIN kami terima, DLH langsung berkoordinasi memperdalam kajian ilmiah serta memperkuat langkah pengawasan di lapangan. Ini bukan isu yang perlu ditakuti, melainkan panggilan untuk mempercepat kerja bersama dalam mengatasi polusi plastik,” ujar Asep dalam Media Briefing di Balai Kota Jakarta, Jumat (24/10).
Acara tersebut juga menghadirkan sejumlah narasumber lintas instansi seperti Peneliti Ahli Utama BRIN, Muhammad Reza Cordova; Kepala Seksi Kesehatan Lingkungan Dinkes DKI, dr. Rahmat Aji Pramono; serta perwakilan BMKG dan BPBD DKI Jakarta. Diskusi ini membahas temuan mikroplastik sekaligus fenomena cuaca panas ekstrem yang sedang terjadi di Jakarta.
Asep menjelaskan, sejak 2022 DLH DKI telah memantau kandungan mikroplastik di perairan Teluk Jakarta, sungai, dan danau bekerja sama dengan BRIN dan lembaga riset lain. Pemantauan rutin di lebih dari 60 titik setiap tahun menghasilkan data penting mengenai sebaran dan sumber pencemar yang menjadi dasar kebijakan pengendalian lingkungan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sementara itu, Peneliti BRIN Muhammad Reza Cordova mengungkapkan bahwa mikroplastik dapat berpindah lewat udara dan ikut turun bersama hujan, terutama di kawasan perkotaan padat. Ia menilai fenomena ini tidak hanya akibat sampah lokal, tetapi juga karena partikel plastik yang terbawa angin dari wilayah lain.
“Partikel mikroplastik sangat ringan sehingga bisa terbawa angin dan jatuh bersama hujan. Fenomena ini bersifat lintas wilayah dan memerlukan kerja sama lintas sektor, dari hulu sampai hilir,” jelas Reza.
Plt Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD DKI, Rian Sarsono, menyebut hasil riset BRIN menjadi dasar bagi pemerintah daerah untuk memperkuat sistem peringatan dini dan mitigasi lingkungan. “Hasil riset ini menjadi acuan penting bagi Pemprov DKI dalam memperkuat kesiapsiagaan terhadap potensi ancaman akibat aktivitas manusia,” katanya.
Sebaiknya Anda baca juga:
BPBD bersama DLH DKI juga terus menggelar kampanye edukasi agar masyarakat mengurangi penggunaan plastik sekali pakai dan menjaga kebersihan lingkungan. Sejak 2023, BPBD telah melakukan operasi modifikasi cuaca (OMC) bersama BMKG dan BRIN untuk mengatur curah hujan dan menurunkan partikel berbahaya di udara.
“Melalui OMC, kami berupaya menjaga kualitas udara serta mengendalikan polutan di atmosfer, termasuk partikel mikroplastik,” ujar Rian.
Dari sisi kesehatan, Kepala Seksi Kesehatan Lingkungan Dinkes DKI, dr. Rahmat Aji Pramono, mengingatkan bahwa paparan mikroplastik jangka panjang bisa berdampak serius bagi tubuh manusia. Menurutnya, partikel kecil ini bisa masuk ke saluran pernapasan dan sistem pencernaan tanpa disadari.
“Mikroplastik adalah benda asing bagi tubuh. Ketika terhirup atau tertelan, partikel ini dapat menimbulkan peradangan di saluran pernapasan dan pencernaan, bahkan masuk ke pembuluh darah yang meningkatkan risiko gangguan jantung atau stroke,” jelas Rahmat.
Ia menambahkan, mikroplastik bukan penyebab tunggal penyakit, namun bisa memperparah kondisi bagi orang yang memiliki penyakit bawaan atau pola hidup tidak sehat. Karena itu, masyarakat diminta rajin membersihkan rumah dan menjaga kebersihan lingkungan agar terhindar dari paparan partikel plastik.
“Penelitian menunjukkan mikroplastik banyak ditemukan dalam debu rumah. Karena itu, kami mengimbau masyarakat lebih rajin membersihkan lingkungan agar terhindar dari paparan mikroplastik,” ujarnya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!