Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Kelestarian Hutan Menentukan Kukar Pembangunan Berkelanjutan

📅 Selasa, 21 Okt 2025, 13:26 WIB | Oleh:
Kelestarian Hutan Menentukan Kukar Pembangunan Berkelanjutan Doc: ist
Ket. kondisi hutan lestari

KUKAR – Hutan bersama laut menjadi sumber kehidupan yang tidak pernah akan habis. Namun, tetap harus dijaga kelestariannya, terutama hutan. Jika hutan lestari, maka kehidupan manusia bisa berlanjut. Untuk itulah Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) terus berupaya melestarikan hutan. Tujuannya untuk mewujudkan pembangunan berkelanjutan, baik pembangunan ekonomi, sosial, budaya, maupun pendidikan, karena hutan kaya akan keanekaragaman hayati.

"Kukar memiliki bentang kawasan hutan luas dengan potensi sumber daya alam yang besar. Untuk itu dalam pemanfaatan ruang dan pengawasan aktivitas dalam hutan perlu dilakukan koordinasi lintas sektor," kata Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kukar Sunggono di Tenggarong, Selasa.

Sekitar 1,65 juta hektare atau 61 persen dari total luas hutan Kukar masih banyak kawasan konservasi dan menjadi tempat pelestarian keanekaragaman hayati, sehingga menjadi tempat tumbuh dan berkembangnya aneka flora dan fauna endemik.

Terkait dengan kerja sama lintas sektor, pihaknya terus menjalin koordinasi dengan berbagai pihak terkait, salah satunya yang dilakukan Senin (20/10) melalui rapat koordinasi dengan Satuan Tugas Pengamanan Kawasan Hutan (Satgas PKH) dan sejumlah Lembaga terkait.

Keberadaan Satgas PKH, lanjut Sunggono, sangat penting dalam upaya menjaga kelestarian kawasan hutan di wilayah Kukar yang memiliki luas dan potensi tinggi, bahkan berbagai fauna endemik seperti bekantan, orang utan, dan burung enggang pun hidup di sana.

"Kehadiran jajaran Satgas PKH ini merupakan langkah positif dalam memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dengan instansi terkait dalam menjaga kelestarian kawasan hutan agar tetap dijaga kelestariannya," ujar Sunggono.

Sunggono melanjutkan rapat koordinasi tersebut dimaksudkan untuk membangun sinergi dan kesepahaman bersama dalam menjaga kelestarian kawasan hutan, tanpa menghambat aktivitas ekonomi masyarakat sekitar.

Hal ini menjadi penekanan, kata dia,  karena disadari bahwa masih ada beberapa kelompok masyarakat yang menggantungkan hidup dari subsektor kehutanan, seperti madu yang diambil dari dalam hutan maupun yang dibudidayakan di pinggir hutan, maupun rotan.

"Melalui forum ini tentu akan dilakukan aksi lanjutan sebagai langkah konkret yang tidak hanya sebagai upaya menegakkan aturan, tetapi juga memberi ruang bagi masyarakat untuk tetap produktif dalam menjalankan perekonomian secara berkelanjutan," kata Sunggono.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Harga Cabai Rawit Rp84.400/...
Daerah
Bus Transjateng Akan Tambah...

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

50 menit yang lalu | Lili Lestari

Nasional
Wakil Menteri Imipas Silmy ...
Olahraga
Janice Tjen Mulus ke Peremp...
Nasional
Grab Tegaskan Rumor Hengkan...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.