Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Penciptaan 19 Juta Lapangan Kerja Dibidik, Pemerintah Gaspol Dorong Investasi dan Deregulasi

📅 Senin, 20 Okt 2025, 21:30 WIB | Oleh: Tim Penulis
Penciptaan 19 Juta Lapangan Kerja Dibidik, Pemerintah Gaspol Dorong Investasi dan Deregulasi Doc: Antara.
Ket. Penciptaan lapangan kerja yang berkelanjutan tidak lahir dari kebijakan jangka pendek, melainkan dari reformasi struktural yang menumbuhkan kepercayaan, efisiensi, dan kepastian bagi dunia usaha.

JAKARTA – sinergi antara investasi dan deregulasi bukan hanya soal menarik modal, tapi juga soal memastikan investasi tersebut produktif dan inklusif.

Artinya, proyek yang masuk harus mampu menyerap tenaga kerja lokal, mendorong transfer teknologi, dan memperkuat rantai pasok nasional.

Pada akhirnya, penciptaan lapangan kerja yang berkelanjutan tidak lahir dari kebijakan jangka pendek, melainkan dari reformasi struktural yang menumbuhkan kepercayaan, efisiensi, dan kepastian bagi dunia usaha.

Pemerintah memfokuskan penguatan investasi dan deregulasi kebijakan sebagai strategi utama untuk mengejar target penciptaan 19 juta lapangan kerja selama masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan dan Pengembangan Usaha Kemenko Perekonomian Ferry Irawan di Jakarta, Senin (20/10) menjelaskan, untuk mewujudkan target tersebut Indonesia perlu mencapai pertumbuhan ekonomi hingga 8 persen.

Pertumbuhan menjadi prasyarat utama terbentuknya lapangan kerja baru, dengan investasi dan konsumsi domestik sebagai dua penggerak utama ekonomi nasional.

"Bicara tentang lapangan pekerjaan, syarat pertama adalah (ekonomi) kita harus tumbuh. Kita harus optimistis, kita harus confident. Karena kalau tanpa ada pertumbuhan, apa yang mau kita ciptakan?” katanya dalam Forum Diskusi Capaian Satu Tahun Kinerja Kabinet Merah Putih di Bidang Perekonomian.

Pemerintah berkomitmen memperkuat iklim investasi dengan mendorong deregulasi kebijakan, termasuk penyederhanaan perizinan dan pemangkasan hambatan birokrasi yang selama ini memperlambat arus modal masuk.

Salah satu langkah konkret adalah penerbitan Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2025, yang menjadi instrumen debottlenecking untuk menyederhanakan birokrasi perizinan.

Melalui sistem Perizinan Berusaha Berbasis Risiko, proses perizinan kini didasarkan pada tingkat risiko kegiatan usaha sehingga menjadi lebih efisien, transparan, dan memiliki kepastian hukum lebih kuat bagi pelaku usaha.

Langkah ini juga diperkuat dengan pembentukan tim percepatan debottlenecking yang bertugas menyederhanakan kebijakan serta memastikan service level agreement (SLA) perizinan yang jelas.

Selain kebijakan makro, Ferry menuturkan pihaknya turut mendorong sektor-sektor padat karya seperti industri manufaktur, pariwisata, dan pertanian sebagai motor utama penciptaan lapangan kerja.

Sebab, sektor pariwisata dinilai memiliki ekosistem luas karena melibatkan transportasi, akomodasi, kuliner, hingga jasa pendukung. Sementara industri dan pertanian menjadi tulang punggung penyerapan tenaga kerja di daerah.

"Pertanian itu salah satu backbone kita. Makanya tadi dengan berbagai program ketahanan pangan, subsidi pupuk kita perbaiki. Kemudian juga kita punya program kredit usaha ala sintan," jelasnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Luar Negeri
Ekonomi India Diproyeksi La...

Dubes AS untuk Yunani Mundur kaena Pelanggaran Etika

42 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Luar Negeri
Dubes AS untuk Yunani Mundu...

Mentan Jepang Mengundurkan Diri

47 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Luar Negeri
Mentan Jepang Mengundurkan ...
Luar Negeri
Kapal Induk Tiongkok akan G...
Nasional
BMKG Sebut Penyebab Panas T...
Advertisement
Trump Batalkan Siaran Langsung Eksekusi Mati Penembak Fort Hood Usai Ramai Kecaman

Trump Batalkan Siaran Langsung Eksekusi Mati Penembak Fort Hood Usai Ramai Kecaman

16 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.