Jaringan Asia Tenggara Banjiri Facebook dengan Konten Baseball Palsu Buatan AI
📅 Senin, 20 Okt 2025, 11:16 WIB | Oleh: Benny Mudesta Putra
Doc: AFP
WASHINGTON, AMERIKA SERIKAT - Gelombang konten palsu berbasis kecerdasan buatan (AI) yang bersumber dari Asia Tenggara menyerbu komunitas penggemar baseball di Facebook menjelang World Series. Investigasi AFP menemukan jaringan clickbait lintas negara yang memanfaatkan popularitas olahraga tersebut demi keuntungan iklan dan lalu lintas daring.
Dengan nama-nama yang menyerupai akun penggemar resmi seperti “Dodgers Dynasty” dan “Yankee Nation”, halaman-halaman itu menautkan pengguna ke situs berisi artikel hasil generatif AI yang penuh iklan dan informasi palsu. Tujuannya: mengundang klik sebanyak mungkin untuk mendulang bayaran dari trafik.
“Motivasi mereka jelas untuk mencari uang. Apa pun cara yang efektif, dari isi pesan, bentuk konten, hingga taktik penyebaran, akan mereka lakukan,” ujar jurnalis investigasi Craig Silverman kepada AFP. Silverman dikenal meneliti operasi clickbait global yang memanfaatkan algoritma media sosial.
Para pakar memperingatkan bahwa jaringan semacam ini seringkali memulai aktivitas dengan konten ringan yang tampak tidak berbahaya. Setelah akun mereka tumbuh besar, halaman-halaman itu bisa dijual atau disewakan untuk menyebarkan disinformasi politik dan propaganda yang lebih berbahaya.
Selama bertahun-tahun, hoaks yang memancing emosi, seperti klaim palsu bahwa mantan Presiden AS Donald Trump akan menaikkan harga tiket pertandingan Toronto Blue Jays, kerap dimanfaatkan untuk menarik interaksi pengguna. Namun kini, unggahan yang tampak “manis” justru menjadi senjata baru.
Sebaiknya Anda baca juga:
Salah satu unggahan viral menampilkan gambar AI bintang Los Angeles Dodgers, Shohei Ohtani, dikelilingi anak anjing, disertai klaim palsu bahwa ia membangun tempat perlindungan hewan senilai 5 juta dolar AS. Unggahan lain menarasikan kedermawanan Ohtani yang konon memberi tip ratusan dolar kepada pelayan restoran, kisah yang sama juga disematkan kepada Aaron Judge (New York Yankees) dan Jarren Duran (Boston Red Sox).
“Para penipu sekarang makin piawai bercerita,” kata Luke Arrigoni, pendiri Loti, platform AI yang digunakan untuk melindungi reputasi publik. “AI membuat pembuatan cerita palsu yang tampak autentik menjadi jauh lebih mudah.”
AFP menyerahkan daftar 32 halaman Facebook bertema baseball dengan konten palsu buatan AI kepada Meta. Secara keseluruhan, halaman-halaman itu memiliki lebih dari 248.000 pengikut.
Sebaiknya Anda baca juga:
Meta mengonfirmasi sedang menyelidiki aktivitas tersebut. “Kami akan menindak setiap halaman dan admin yang melanggar kebijakan kami,” kata juru bicara Meta.
Data transparansi menunjukkan sebagian besar halaman itu dikelola dari Asia Tenggara, terutama Vietnam, meski mereka mencantumkan nomor telepon dan alamat palsu di Amerika Serikat. Beberapa nomor ternyata milik motel dan kantor dokter di California, sementara alamatnya cocok dengan salon dan restoran.
Lembaga riset Institute for Strategic Dialogue (ISD) sebelumnya mengungkap bahwa jaringan clickbait semacam ini dapat menghasilkan pendapatan besar bagi operator di Vietnam, jauh melampaui rata-rata penghasilan nasional.
Meski popularitas playoff Major League Baseball memperbesar jangkauan halaman-halaman tersebut, jaringan ini juga menargetkan penggemar olahraga lain seperti American football, hoki es, dan bola basket.
Menurut Silverman, penggunaan AI memungkinkan jaringan clickbait untuk memperluas operasi secara cepat dan masif. “Mereka membangun pijakan yang makin besar, dan tanpa moderasi yang tegas, jaringan ini hanya akan terus tumbuh,” ujarnya.
Konten yang lebih memecah belah, seperti kutipan palsu terkait klaim bohong soal pembunuhan aktivis konservatif AS Charlie Kirk, juga terbukti menarik banyak perhatian.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!