Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Hindari Musim Dingin dan Bertahan Hidup, Ribuan Burung Raptor Migrasi ke NTB

📅 Senin, 20 Okt 2025, 20:08 WIB | Oleh:
Hindari Musim Dingin dan Bertahan Hidup, Ribuan Burung Raptor Migrasi ke NTB Doc: ANTARA/HO-Saleh Amin-Paruh Bengkok Indonesia
Ket. Seekor burung pemangsa spesies Elangalap Nipon terbang di Bukit Nipah, Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat, Minggu (19/10).

MATARAM - Kemunculan burung Elangalap Nipon (Tachyspiza gularis) seketika menghentikan aktivitas sekelompok anak muda dari organisasi Paruh Bengkok Indonesia yang telah menghabiskan waktu berjam-berjam di atas Bukit Nipah, Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat.

Mata mereka tertuju ke satu titik hitam yang melayang di atas langit biru tanpa awan. Itu adalah spesies burung pemangsa atau raptor asal Jepang yang datang ke wilayah tropis untuk menghindari musim dingin di kawasan timur laut Asia.

Pada Oktober hingga Desember setiap tahun, ribuan burung raptor dari belahan bumi utara melakukan migrasi sejauh puluhan ribu kilometer ke daerah hangat seperti Nusa Tenggara Barat demi alasan bertahan hidup.

Penasihat Ilmiah Paruh Bengkok Indonesia (PBI), Saleh Amin, mengatakan musim dingin membuat populasi mangsa berupa ikan, serangga, reptil, tikus, dan burung-burung kecil menurun drastis. Beberapa mangsa melakukan hibernasi dan tidak beraktivitas saat lingkungan membeku.

Kondisi itu memaksa burung raptor harus melakukan migrasi dari Jepang, China, Mongolia, bahkan Siberia ke wilayah tropis. Suhu hangat sepanjang tahun di negara-negara tropis membuat ketersediaan mangsa melimpah, sehingga burung raptor bisa terus berburu dan bertahan hidup.

"Banyak hewan melakukan hibernasi yang membuat burung pemangsa kesulitan mencari makan, sehingga mereka harus terbang ke daerah hangat agar bisa bertahan hidup," ucap Saleh Amin saat ditemui di sela aktivitas pengamatan burung migran di Lombok Utara pada pertengahan Oktober 2025.

Paruh Bengkok Indonesia melakukan pengamatan burung migran jenis raptor di Bukit Nipah, Lombok Utara, pada 18-19 Oktober 2025.

20251020200556_1000846790.jpeg

Anggota organisasi Paruh Bengkok Indonesia mencatat burung-burung migran yang terlihat saat festival migrasi burung pemangsa di Bukit Nipah, Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat, Sabtu (18/10). Antara/Sugiharto Purnama

Selama dua hari pengamatan tersebut, organisasi nirlaba yang bergerak dalam bidang konservasi itu mencatat ada sekitar 1.100 kali terlihat burung pemangsa migran dari spesies Sikepmadu Asia (Pernis ptilorhynchus), Elangalap Cina (Tachyspiza soloensis), dan Elangalap Nipon (Tachyspiza gularis).

Selain ketiga spesies burung migran tersebut, Paruh Bengkok Indonesia juga berjumpa dengan burung pemangsa Alapalap Kawah (Falco peregrinus) dan Elang Tikus (Elanus caeruleus) yang terbang di sekitar Bukit Nipah.

Banyak hewan melakukan hibernasi menjelang akhir musim gugur sebagai bentuk adaptasi alami mereka untuk bertahan hidup selama musim dingin. Akhir musim gugur adalah penanda waktu bagi burung pemangsa untuk memulai penerbangan jarak jauh.

Burung raptor meninggalkan negara asal mereka di belahan bumi utara sekitar bulan September. Mereka tiba di Nusa Tenggara Barat sekitar pertengahan Oktober setelah melintasi berbagai daerah hangat di Asia Tenggara.

Selain faktor ketersediaan makanan, sebagian spesies burung bermigrasi ke tempat yang lebih aman untuk berkembangbiak atau mencari tempat beristirahat selama perjalanan panjang lintas benua.

Burung pemangsa memanfaatkan arus udara panas naik untuk menghemat energi saat mereka melakukan penerbangan jarak jauh tersebut.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Jakarta Model Percontohan Pelayanan Terpadu

58 menit yang lalu | Deri Henriawan

Megapolitan
Jakarta Model Percontohan P...
Megapolitan
Pelatihan untuk Tekan Penga...
Nasional
Pengesahan UU Pengembangan ...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
WHO: Makanan Tercemar Tewaskan 1,5 Juta Penduduk Setiap Tahun

WHO: Makanan Tercemar Tewaskan 1,5 Juta Penduduk Setiap Tahun

05 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.