Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Diplomasi Ekonomi RI Diuji! Pembahasan Tarif Dagang dengan AS Ditarget Rampung Desember

📅 Senin, 20 Okt 2025, 19:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Diplomasi Ekonomi RI Diuji! Pembahasan Tarif Dagang dengan AS Ditarget Rampung Desember Doc: Antara.
Ket. Dinamika pembahasan tarif dagang dengan AS menjadi ujian bagi diplomasi ekonomi Indonesia — seberapa tangguh pemerintah menjaga kepentingan nasional di tengah tekanan geopolitik dan kompetisi global yang semakin tajam.

JAKARTA – Pembahasan tarif dagang antara Indonesia dan Amerika Serikat (AS) kembali mencuri perhatian pelaku pasar dan kalangan industri.

Isu ini bukan sekadar soal angka bea masuk, tetapi juga menyangkut posisi strategis Indonesia dalam rantai pasok global di tengah dinamika ekonomi internasional yang kian kompetitif.

Dari sisi pemerintah, pembicaraan ini menjadi momentum untuk menegosiasikan kesetaraan dagang yang lebih adil. Indonesia berupaya memastikan agar produk ekspor unggulannya — mulai dari tekstil, alas kaki, hingga komoditas pertanian — tidak terbebani tarif tinggi yang bisa menekan daya saing di pasar AS.

Di sisi lain, Washington tampak berhitung ketat untuk menjaga kepentingan industrinya, terutama di sektor manufaktur dan energi hijau.

Pasar memandang langkah ini dengan sikap hati-hati namun penuh harapan. Bila negosiasi berjalan positif, hal itu bisa membuka peluang ekspor yang lebih luas bagi Indonesia, memperkuat neraca perdagangan, sekaligus memberi sentimen positif bagi sektor-sektor terkait di bursa saham.

Sebaliknya, jika pembahasan menemui jalan buntu, risiko penyesuaian tarif bisa menekan kinerja ekspor dan mengganggu proyeksi pertumbuhan ekonomi jangka menengah.

Dinamika pembahasan tarif dagang dengan AS menjadi ujian bagi diplomasi ekonomi Indonesia — seberapa tangguh pemerintah menjaga kepentingan nasional di tengah tekanan geopolitik dan kompetisi global yang semakin tajam.

Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menargetkan pembahasan tarif dagang dengan Amerika Serikat (AS) rampung pada Desember 2025.

"Deadline tahun ini, bulannya, ya, Desember," kata Menko Airlangga saat ditemui di Kantor Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) RI, Jakarta, Senin (21/10).

Lebih lanjut, ia mengatakan saat ini negosiasi dengan Negeri Paman Sam masih terus berjalan dengan intens, terlebih sudah memasuki tahap penyusunan aspek hukum (legal drafting).

"Negosiasi (kami) sedang bicara (dengan AS), dan kita akan terus bicara detail karena sekarang tahapannya adalah legal drafting. Tentu ini akan membutuhkan waktu," ujar Airlangga.

Sementara itu, penutupan (shutdown) pemerintah Amerika Serikat (AS) masih berlangsung dan membuat rilis data- data ekonomi tertunda, sehingga membuat investor lebih mencermati data yang dikeluarkan oleh swasta pada akhir-akhir ini.

Di sisi lain, Menteri Keuangan AS menyatakan akan berbicara dengan mitra dagang dari Tiongkok.

Selain itu, Presiden Donald Trump mengatakan bahwa pertemuan dengan Presiden Tiongkok Xi Jinping pada akhir Oktober 2025 masih mungkin terjadi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
Megapolitan
Disnaker Kota Depok Berangk...
Luar Negeri
Indonesia Tolak Tudingan Pe...

BMKG Ungkap Bali Sudah 123 Hari Tanpa Hujan

2 jam lalu | Bambang Wijanarko

Daerah
BMKG Ungkap Bali Sudah 123 ...
Advertisement
Terkait Meninggalnya Taruna, Politeknik Pelayaran Malahayati Lakukan Penelusuran Internal dan Siap Dukung Proses Penyelidikan 

Terkait Meninggalnya Taruna, Politeknik Pelayaran Malahayati Lakukan Penelusuran Internal dan Siap Dukung Proses Penyelidikan 

29 Sep 2026
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.