Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Petani Badui Kembali ‘Ngaseuk’! Tak Tergoda Modernisasi: Melestariakan Tradisi Menanam Padi Huma, Menjaga Alam!

📅 Minggu, 19 Okt 2025, 15:50 WIB | Oleh: Tim Penulis

Penanaman dengan sistem tumpang sari itu maka bisa menghasilkan pendapatan ekonomi ada yang tiga bulan sekali, enam bulan, 12 bulan hingga lima tahun.

"Semua hasil tanam tumpang sari itu setelah panen dijadikan pendapatan andalan ekonomi, sedangkan padi huma tidak boleh dijual dan dijadikan cadangan pangan keluarga," kata Santa.

Begitu juga Pulung (55), seorang petani Badui mengatakan dirinya sudah rampung mengaseuk padi huma seluas satu hektare di wilayah Gunungkencana dengan bergotong royong bersama masyarakat Badui.

Penanaman padi huma nanti bisa dipanen selama enam bulan ke depan, karena menggunakan benih padi lokal.

"Kita tanam padi huma Oktober 2025 dan panen dipastikan April 2026, " kata Pulung.

Sekretaris Desa Kanekes Kabupaten Lebak Medi mengatakan masyarakat Badui untuk pelaksanaan jadwal tanam padi di lahan pertanianya sesuai jadwal adat dan pertama dimulai di kawasan Badui Dalam.

Selanjutnya, masyarakat Badui Luar melaksanakan ngaseuk padi, palawija, sayuran dan tanaman keras.

Selama ini, ujar dia, andalan ekonomi masyarakat Badui berjumlah 11.600 jiwa itu dari hasil pertanian ladang di lahan darat dan kemudian perdagangan kerajinan tenun, tas koja serta lainnya.

"Kami mengapresiasi masyarakat Badui kehidupan ekonominya dari bercocok tanam di ladang dengan sistem tanam tumpang sari dan hingga kini tidak ditemukan kerawanan pangan," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
PT KAI Tutup 116 Perlintasa...
Ekonomi
Menkeu Ungkap Banyak Rumor ...

Wali Kota Bogor Aktivasi Museum Pajajaran

52 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Megapolitan
Wali Kota Bogor Aktivasi Mu...
Nasional
Mantan Wamenaker Noel Divon...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.