Trump akan Cabut Sanksi Terhadap Suriah
📅 Kamis, 15 Mei 2025, 02:30 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: AFP/FAYEZ NURELDINE
RIYADH – Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, pada Selasa (13/5) mengatakan bahwa ia akan mencabut sanksi terhadap Suriah untuk memberinya kesempatan untuk berkembang setelah jatuhnya rezim Bashar al-Assad.
Dalam kunjungan kenegaraan ke Arab Saudi yang terutama ditujukan untuk mengamankan investasi bernilai miliaran dollar, Presiden Trump mengatakan dia akan mengakhiri sanksi besar-besaran AS terhadap Suriah, yang telah berlaku selama beberapa dekade dan meningkat secara dramatis selama pemerintahan tangan besi Assad, yang digulingkan oleh pasukan yang dipimpin Islamis pada Desember lalu.
"Saya akan memerintahkan penghentian sanksi terhadap Suriah untuk memberi mereka kesempatan meraih kejayaan," kata Trump dalam pidatonya di Riyadh. "Sanksi itu brutal dan melumpuhkan, namun kini saatnya mereka bersinar," imbuh dia.
Seorang pejabat AS melaporkan bahwa Presiden Trump akan menyapa presiden sementara Suriah, Ahmed al-Sharaa, di Riyadh pada Rabu (14/5).
Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, pun akan mengadakan pembicaraan lebih luas di Turki pekan ini dengan Menteri Luar Negeri Suriah, Asaad al-Shaibani, kata Trump.
Sebaiknya Anda baca juga:
Menlu Shaibani menyambut baik pencabutan sanksi, dan mengatakan kepada kantor berita negara SANA bahwa hal itu merupakan titik balik penting bagi rakyat Suriah.
Selain berjanji akan mencabut sanksi terhadap Suriah, Presiden Trump juga memperbarui tawarannya untuk hubungan AS yang lebih baik dengan musuh bebuyutannya sejak lama, Iran, meskipun ia memperingatkan para penguasa negara itu tentang konsekuensi jika pembicaraan yang sedang berlangsung dengan pemerintahannya gagal.
Seruan Saudi
Sebaiknya Anda baca juga:
Dalam mengumumkan langkah tersebut, Presiden Trump mengatakan bahwa ia mendengarkan seruan dari penguasa de facto Arab Saudi, Putra Mahkota Mohammed bin Salman dan juga Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan yang adalah pelindung lama kaum Islamis Suriah yang menggulingkan Assad.
Juru bicara Perserikatan Bangsa-Bangsa, Stephane Dujarric, menyambut baik pelonggaran sanksi AS, dengan mengatakan hal itu akan membantu rakyat Suriah pulih dari konflik selama lebih dari satu dekade.
Uni Eropa, Inggris, dan Kanada sebelumnya telah meringankan sanksi yang semakin meningkat selama satu setengah dekade perang saudara yang brutal di Suriah. Tetapi AS bertahan dalam mempertahankan sanksi, yang telah menghambat investasi untuk pembangunan kembali Suriah yang ekonominya hancur akibat perang.
Setelah jatuhnya Assad, Washington DC, yang saat itu di bawah Presiden Joe Biden, menetapkan persyaratan untuk pencabutan sanksi termasuk perlindungan terhadap kaum minoritas.
Sayangnya salam beberapa pekan terakhir dilaporkan telah terjadi serangkaian serangan mematikan terhadap kelompok minoritas Alawite dan Druze. AFP/I-1
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!