Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Gagang Pintu Elektrik Mobil Tuai Polemik di Eropa Usai Sejumlah Kecelakaan Tragis

📅 Minggu, 19 Okt 2025, 09:34 WIB | Oleh:
Gagang Pintu Elektrik Mobil Tuai Polemik di Eropa Usai Sejumlah Kecelakaan Tragis Doc: Consumer Reports
Ket. Gagang pintu elektrik (electric door handles)  

JAKARTA - Kontroversi soal gagang pintu elektrik (electric door handles) makin memanas di Eropa, menyusul sejumlah kecelakaan tragis di mana penumpang terjebak dan tewas di dalam mobil, terutama setelah tabrakan atau kebakaran.

Laman Carscoops, Jumat (17/10), melaporkan bahwa regulator Uni Eropa kini menekan produsen mobil, termasuk Tesla, untuk menjamin pintu tetap bisa dibuka dalam keadaan darurat, bahkan jika sistem listrik gagal.

Otoritas kendaraan Belanda, RDW, yang bertanggung jawab memeriksa dan menyetujui mobil Tesla di Uni Eropa, menegaskan bahwa Euro NCAP dan UNECE (badan penilaian keselamatan kendaraan Eropa dan PBB) menjadikan isu ini sebagai prioritas utama. Dalam pertemuan terbaru, seorang pakar dari Jerman menyatakan bahwa masalah itu mendesak dan sistem pembuka pintu harus selalu bisa digunakan setelah kecelakaan, baik dari dalam maupun luar kendaraan.

“Pintu mobil harus tetap bisa dibuka dari dalam oleh penumpang dan dari luar oleh petugas penyelamat, bahkan saat aliran listrik mati, dan hal ini harus diatur dalam regulasi yang diperbarui,” kata juru bicara RDW.

Kekhawatiran soal keamanan gagang pintu elektrik tak hanya datang dari Eropa. Regulator dari Korea Selatan, Jerman, dan Belanda juga sudah mengungkapkan keprihatinan yang sama.

Dewan Keselamatan Transportasi Eropa (ETSC) bahkan menyebut bahwa beberapa kasus kematian di dalam mobil yang tenggelam di Belanda sudah dikaitkan langsung dengan masalah ini.

“Ini bukan sekadar teori, orang benar-benar meninggal karena tidak bisa keluar dari mobil, padahal setiap detik sangat berharga,” ujar Direktur Eksekutif ETSC, Antonio Avenoso.

Dia juga mendesak agar proses pembaruan regulasi dipercepat. Menurut dia, Eropa tak bisa menunggu bertahun-tahun sementara jutaan mobil dengan sistem serupa masih berada di jalanan. Ia menilai penarikan (recall) mobil harus menjadi opsi yang dipertimbangkan.

Bulan lalu, tiga orang tewas di Jerman setelah Tesla Model S mereka menabrak dan terbakar. Saksi mata yang mencoba menolong mengatakan tidak bisa membuka pintu mobil.

Kasus serupa terjadi di China, ketika seorang pria tewas setelah menabrakkan mobil listrik Xiaomi SU7. Para saksi juga tidak mampu membuka pintu untuk menyelamatkannya.

Insiden mendorong regulator lokal untuk menyusun aturan baru yang bisa saja melarang penggunaan gagang pintu elektrik jenis tertentu.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • PLTS Didorong Jadi Penggerak Pertumbuhan Ekonomi Hijau
    Preview komentar:
    Pembangunan PLTS dengan kapasitas 100 GWp ini tentu ...
  • Karawang Punya 9 Kawasan Industri, Warga Lokal Disiapkan Jadi Tenaga Kerja
    Preview komentar:
    Membaca ulasan positif mengenai komitmen Pak Bupati ini ...
  • Industri Pulp dan Kertas Indonesia Kian Mendunia, Paper Chain Expo 2026 Dorong Kemitraan Lintas Negara
    Preview komentar:
    Ulasan yang sangat mencerahkan. Poin tentang tuntutan praktik ...

Menkeu Pastikan DTSEN akan Terus Disempurnakan

32 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Nasional
Menkeu Pastikan DTSEN akan ...
Megapolitan
Halte Dukuh Atas Terpantau ...
Prabowo Berangkat ke Jombang Hadiri dan Buka Muktamar Ke-35 NU

Prabowo Berangkat ke Jombang Hadiri dan Buka Muktamar Ke-35 NU

27 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.