Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Mobil Listrik Tiba-Tiba Mati di Rel Kereta? Ini Penjelasan Pakar ITB

6 Jumat, 01 Mei 2026, 06:15 WIB | Oleh: Tim Penulis
Mobil Listrik Tiba-Tiba Mati di Rel Kereta? Ini Penjelasan Pakar ITB Mobil Listrik Tiba-Tiba Mati di Rel Kereta? Ini Penjelasan Pakar ITB Doc: Antara
Ket. Warga mengamati taksi listrik Green SM yang rusak pascakecelakaan dengan KRL Commuter Line dan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi Timur, Bekasi, Jawa Barat, Selasa (28/4).

Jakarta - Mobil listrik (electric vehicle/EV) yang mati mendadak saat melintasi rel kereta api bukan tanpa sebab, pakar otomotif Institut Teknologi Bandung, Agus Purwadi, mengungkapkan bahwa gangguan pada sistem kelistrikan dan proteksi menjadi faktor utama yang membedakan EV dari mobil konvensional berbahan bakar minyak (ICE).

“Berbeda dengan mobil ICE yang mati karena masalah pasokan bahan bakar atau pengapian, EV biasanya mati karena kegagalan pada sistem manajemen energi atau sirkit proteksi,” kata Agus saat dihubungi dari Jakarta, Kamis (30/4).

Agus mengungkap salah satu penyebab paling umum adalah kegagalan baterai 12 volt (auxiliary battery) atau disebut aki pada mobil ICE.

Meski EV memiliki baterai utama bertegangan tinggi, komponen penting seperti sistem pintar komputer, sensor, dan kelistrikan dasar bergantung pada baterai kecil tersebut.

“Ini adalah penyebab paling umum. Meskipun memiliki baterai traksi bertegangan tinggi (HV), sistem komputer, lampu, dan sensor EV dijalankan oleh baterai 12V biasa. Jika baterai 12V drop atau mati, main relay tidak bisa menutup, sehingga daya dari baterai besar tidak bisa mengalir ke motor penggerak. Mobil akan mati total meskipun persentase baterai utama masih 80 persen,” ujar Agus.

Main relay atau relay utama adalah komponen saklar listrik yang menghubungkan atau memutus aliran listrik dari baterai utama (tegangan tinggi) ke sistem kendaraan.

Selain itu, sistem manajemen baterai (Battery Management System/BMS) juga berperan penting. Jika terjadi panas berlebih pada inverter atau baterai, lanjut Agus, sistem akan secara otomatis memutus aliran daya untuk mencegah kerusakan.

“Jika inverter atau baterai mengalami overheating akibat kegagalan pompa pendingin atau cuaca ekstrem, sistem BMS akan memutus aliran daya secara mendadak untuk mencegah kebakaran atau kerusakan permanen,” katanya.

Faktor lain yang tak kalah krusial adalah sistem pengaman tegangan tinggi. Agus menjelaskan bahwa EV dilengkapi mekanisme High Voltage Interlock Loop (HVIL) yang akan langsung mematikan sistem jika terdeteksi gangguan.

“Jika sensor mendeteksi adanya kebocoran arus ke sasis atau adanya soket kabel tegangan tinggi yang longgar akibat guncangan di rel kereta yang tidak rata, sistem akan langsung melakukan emergency shut-off dalam hitungan milidetik,” imbuhnya.

Meski jarang, gangguan elektromagnetik di area rel juga berpotensi memengaruhi sistem kendaraan.

Medan elektromagnetik kuat dapat mengganggu komunikasi data internal kendaraan dan memicu sistem proteksi untuk mematikan operasi.

“Meskipun jarang dan teknologinya sudah semakin terproteksi, area perlintasan kereta api memiliki medan elektromagnetik yang kuat dari kabel transmisi atas pada KRL dan rel jalur balik. Pada unit dengan proteksi shielding yang kurang sempurna, EMI ekstrem berpotensi mengganggu komunikasi data pada Controller Area Network kendaraan, yang menyebabkan komputer salah membaca data dan mematikan sistem sebagai bentuk proteksi,” jelas Agus.

Meski tetap ada, Agus mengungkap gangguan elektromagnetik ini cukup kecil kemungkinannya untuk terjadi.

Gangguan Eletromagnetik

Hal senada diungkapkan pakar otomotif lain yang juga dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Yannes Martinus Pasaribu. Menurutnya, mobil listrik memiliki ketahanan tinggi terhadap gangguan elektromagnetik, sehingga kecil kemungkinan mobil listrik mati mendadak ketika melintasi jalur kereta api.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Angkatan Darat AS Berlatih Menggali Kuburan Massal untuk Skenario Perang dengan Banyak Korban
    Apa mungkin AS akan melakukan invasi darat ke ...
  • Satgas Penertiban Kawasan Hutan Selidiki Perusahaan AK, Jejak Hubungan dengan Oknum Aparat Didalami
    Ditanya siapa ak itu kq malah balik bertanya? ...
  • Andrea Bocelli Bikin Jakarta Terpukau! Konser Romanza Hadirkan Malam Penuh Keajaiban
    Salut banget dengan konser Andrea Bocelli sangat mengharumkan ...
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kabar Gembira dari Sekneg untuk PPPK Diangkat Jadi Penuh dari Paruh Waktu

Kabar Gembira dari Sekneg untuk PPPK Diangkat Jadi Penuh dari Paruh Waktu

06 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.