Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

AS dan Tiongkok Sepakat Lakukan Perundingan Perdagangan Baru

📅 Sabtu, 18 Okt 2025, 13:45 WIB | Oleh:
AS dan Tiongkok Sepakat Lakukan Perundingan Perdagangan Baru Doc: Hong Kong Free Press
Ket. Menteri Keuangan AS Scott Bessent (kiri) berjabat tangan dengan Wakil Perdana Menteri Tiongkok He Lifeng dalam pertemuan bilateral antara AS dan Tiongkok, di Jenewa, Swiss, pada 10 Mei 2025.

BEIJING – Tiongkok dan Amerika Serikat pada hari Sabtu (18/10) sepakat untuk melakukan putaran negosiasi perdagangan berikutnya pada minggu mendatang. Dua ekonomi terbesar dunia tersebut berupaya menghindari perang tarif yang saling merugikan.

Minggu lalu, Beijing mengumumkan kontrol besar-besaran terhadap industri tanah jarang yang penting, mendorong Presiden AS Donald Trump mengancam tarif 100 persen pada impor dari Tiongkok sebagai pembalasan.

Trump juga mengancam akan membatalkan pertemuannya dengan Presiden Tiongkok Xi Jinping di Korea Selatan akhir bulan ini di sela-sela KTT Kerja Sama Ekonomi Asia-Pasifik (APEC).

Dalam indikasi terbaru upaya penyelesaian perselisihan mereka, media pemerintah Tiongkok melaporkan bahwa Wakil Perdana Menteri He Lifeng dan Menteri Keuangan AS Scott Bessent telah melakukan "pertukaran informasi yang jujur, mendalam, dan konstruktif" melalui panggilan telepon Sabtu pagi, dan kedua belah pihak sepakat untuk mengadakan putaran baru perundingan perdagangan "sesegera mungkin".

Di media sosial, Bessent menyebut percakapan telepon tersebut "terus terang dan terperinci", dan mereka akan bertemu "secara langsung minggu depan untuk melanjutkan diskusi kami".

Bessent sebelumnya menuduh Tiongkok berusaha menyakiti seluruh dunia dengan memperketat pembatasan tanah jarang, yang penting untuk segala hal mulai dari telepon pintar hingga peluru kendali.

Perwakilan Dagang AS Jamieson Greer juga berpartisipasi dalam panggilan tersebut, menurut laporan kantor berita pemerintah Tiongkok Xinhua.

Beberapa jam sebelum panggilan telepon tersebut, Fox News merilis kutipan wawancara dengan Trump yang di dalamnya mengatakan ia akan bertemu Xi di KTT APEC.

Trump mengatakan kepada media itu bahwa tarif 100 persen pada barang-barang dari Tiongkok tidak berkelanjutan.

"Itu tidak berkelanjutan, tapi itulah jumlahnya... Mereka memaksa saya melakukan itu," katanya.

Respons Terkoordinasi

Panggilan video tingkat tinggi itu dilakukan saat Washington berupaya mengumpulkan menteri keuangan Kelompok Tujuh (G7) dalam menanggapi kontrol ekspor terbaru Tiongkok.

Untuk saat ini, para menteri G7 telah sepakat untuk mengoordinasikan respons jangka pendek dan mendiversifikasi pemasok, kata komisaris ekonomi Uni Eropa Valdis Dombrovskis kepada wartawan di Washington.

Berbicara setelah pertemuan kelompok ini minggu ini, Dombrovskis mencatat sebagian besar pasokan tanah jarang berasal dari Tiongkok, yang berarti diversifikasi bisa memakan waktu bertahun-tahun.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Kenaikan biaya harga pakan ayam

2 jam lalu | Wahyu AP

Ekonomi
Kenaikan biaya harga pakan ...

Pameran Indofest 2026

2 jam lalu | Wahyu AP

Megapolitan
Pameran Indofest 2026

Pendaftaran SMPB di Jateng

2 jam lalu | Wahyu AP

Nasional
Pendaftaran SMPB di Jateng
Ekonomi
Potensi komoditas kakao Jem...
Daerah
Anak harimau sumatra di TSI...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Jaringan Mahasiswa Indonesia Bersatu Nilai Nanik S Deyang Belum Layak Jabat Kepala BGN

Jaringan Mahasiswa Indonesia Bersatu Nilai Nanik S Deyang Belum Layak Jabat Kepala BGN

05 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.