Rupiah Tertekan Ganda! Perang Dagang dan Shutdown AS Bikin Investor Ketar-Ketir: Mata Uang Garuda Kembali Melemah 0,12 Persen Sepekan Ini
📅 Jumat, 17 Okt 2025, 19:12 WIB | Oleh: Tim PenulisPerusahaan yang memiliki hubungan dengan militer asing atau masuk daftar pengawasan ekspor akan ditolak izinnya, sementara permohonan ekspor untuk produk yang berpotensi digunakan dalam persenjataan atau aktivitas terorisme juga takkan disetujui.
Pembatasan baru mewajibkan entitas asing memperoleh lisensi untuk mengekspor produk yang mengandung lebih dari 0,1 persen bahan tanah jarang domestik atau diproduksi menggunakan teknologi Tiongkok. Permohonan untuk barang yang dapat digunakan dalam senjata atau tujuan militer akan ditolak.
Presiden AS Donald Trump pada 10 Oktober menanggapi pembatasan itu dengan berang mengumumkan tarif baru 100 persen atas impor dari Tiongkok mulai 1 November 2025, serta kontrol ekspor pada seluruh perangkat lunak kritis.
Di sisi lain, sentimen juga berasal dari kemungkinan kuat pemangkasan suku bunga The Fed pada bulan ini karena data ekonomi terus menunjukkan penurunan inflasi dan perlambatan pertumbuhan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Gubernur The Fed Jerome Powell disebut telah memberikan pernyataan dovish, yang mengisyaratkan risiko penurunan di pasar tenaga kerja. “(Dia juga) mengisyaratkan bahwa bank sentral akan tetap bergantung pada data dan melanjutkan kebijakan berdasarkan pertemuan demi pertemuan,” kata Ibrahim.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!