Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Efektivitas Pestisida Menurun: Ancaman Resistensi Hama Semakin Nyata

📅 Kamis, 16 Okt 2025, 10:35 WIB | Oleh:
Efektivitas Pestisida Menurun: Ancaman Resistensi Hama Semakin Nyata Doc: Antara Foto
Ket. Petani mendapatkan pelatihan dari ahli inovasi pertanian dari Bayer Juwiring Agriculture Research and Academy di Klaten, Jawa Tengah, Kamis (16/10/2025)

Risiko resistensi hama terhadap pestisida menjadi salah satu perhatian utama para ahli inovasi pertanian di Indonesia karena dapat berdampak pada efektivitas perlindungan tanaman dan ketahanan pangan nasional. 

Bayer Crop Science Site Lead Indonesia dan Malaysia, Muhammad Zoel Akbar mengatakan bahwa resistensi hama dapat terjadi akibat penggunaan pestisida yang tidak tepat, baik dari sisi dosis maupun frekuensi.

Oleh karena itu, menurut dia penelitian dan pengawasan terhadap bahan aktif baru harus dilakukan secara ketat agar tidak menimbulkan dampak ekologis yang sulit dikendalikan.

“Bayer secara global sangat berhati-hati dalam memperkenalkan bahan kimia atau active ingredient baru. Studi ekologi selalu dilakukan untuk memastikan penggunaannya tepat sasaran dan aman bagi lingkungan,” ujarnya di kawasan Bayer Juwiring Agriculture Research and Academy, Klaten, Jawa Tengah, Kamis.

Zoel menjelaskan, setiap bahan aktif diuji berdasarkan perilaku tanaman, kondisi iklim, serta kemungkinan reaksi terhadap lingkungan sekitar.

Pendekatan tersebut sedang dan terus dilakukan para ahli agar produk yang digunakan petani tidak meninggalkan residu berlebih di lahan dan tidak menyebabkan resistensi jangka panjang. 

Ia menambahkan, semua produk perlindungan tanaman yang dipasarkan di Indonesia telah memenuhi standar formulasi dan dosis yang ditetapkan pemerintah.

Adapun proses pengujian dilakukan untuk menyesuaikan dosis ideal dengan perkembangan jenis hama dan penyakit tanaman di berbagai wilayah.

“Seperti halnya manusia, penyakit dan hama juga berevolusi. Karena itu dosis dan metode aplikasi pestisida harus selalu diperbarui sesuai perubahan kondisi lapangan,” katanya.

Sebagai langkah pencegahan, perusahaan juga menjalankan program pendampingan petani melalui Stewardship Program untuk memastikan penggunaan pestisida dilakukan secara aman dan efisien.

Dalam program itu, petani mendapat edukasi mengenai dosis, perlindungan diri saat aplikasi, serta pengelolaan lahan pasca-panen.

“Kami bertanggung jawab memastikan produk tidak hanya aman bagi tanaman, tetapi juga bagi manusia yang menggunakannya,” ujarnya.

Program edukasi juga dilakukan secara daring melalui kanal Sobat Petani di media sosial untuk memberikan panduan penggunaan pestisida serta wadah konsultasi bagi petani di berbagai daerah.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
  • Sangat Memprihatinkan Rumah Dinas TNI untuk Judol, Pelaku Kini Ditahan
    oknum2 begini ini yg bikin citra loreng jadi ...
Luar Negeri
Trump Klaim Russia-Ukraina ...

Kabar Menggembirakan, Jantho Telah Melahirkan Bocah ke-12

34 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Kabar Menggembirakan, Janth...

Kawasan Ala Myeongdong Korea Akan Hadir di Jakarta

46 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Kawasan Ala Myeongdong Kore...
Advertisement
Dikawal Ketat TNI-Polri, 3.510 Napi Risiko Tinggi Resmi Dipindahkan ke Nusakambangan

Dikawal Ketat TNI-Polri, 3.510 Napi Risiko Tinggi Resmi Dipindahkan ke Nusakambangan

12 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.