Menpar Widiyanti Geram! Kasus Kriminal di Destinasi Wisata Palembang Bikin Citra Buruk
📅 Rabu, 15 Okt 2025, 21:28 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: Antara/ M Imam Pramana
PALEMBANG – Maraknya aksi kriminalitas di sejumlah destinasi wisata belakangan ini menjadi sorotan serius karena berpotensi menurunkan citra pariwisata Indonesia di mata wisatawan, baik domestik maupun mancanegara.
Keamanan yang seharusnya menjadi jaminan bagi wisatawan kini justru menjadi faktor kekhawatiran baru yang bisa menekan tingkat kunjungan.
Fenomena ini menunjukkan adanya celah dalam pengawasan dan koordinasi antarinstansi di kawasan wisata, terutama dalam hal pengamanan, penerangan, dan pengelolaan lingkungan sekitar.
Selain itu, kurangnya edukasi masyarakat lokal terkait peran mereka dalam menjaga kenyamanan wisatawan turut memperburuk situasi.
Secara ekonomi, meningkatnya tindak kriminal di kawasan wisata bukan hanya merugikan pelaku usaha lokal, tetapi juga dapat berdampak pada kepercayaan investor di sektor pariwisata.
Sebaiknya Anda baca juga:
Oleh karena itu, penguatan sistem keamanan terpadu dan peningkatan kesadaran masyarakat menjadi langkah penting untuk memastikan destinasi wisata tetap aman, nyaman, dan berdaya saing.
Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana menyoroti maraknya aksi kriminalitas pada sejumlah destinasi wisata di Kota Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel), yang dinilai mempengaruhi kenyamanan dan minat kunjungan wisatawan ke wilayah tersebut.
Menpar Widiyanti saat diwawancarai di Palembang, Selasa (14/10), mengatakan kriminalitas yang terjadi tidak terlepas dari tingkat pengangguran yang tinggi. Persoalan ini harus menjadi perhatian multi stakeholder bukan hanya mereka yang berkecimpung di industri pariwisata.
"Pada dasarnya, kriminalitas terjadi karena masyarakat tidak memiliki pekerjaan. Untuk itu, kami melakukan berbagai pelatihan bagi pelaku industri dan komunitas di desa-desa maupun daerah lain. Dengan peningkatan kapabilitas, mereka bisa memperoleh pekerjaan dan meningkatkan taraf hidup," katanya pula.
Selain itu, pihaknya juga meminta pemerintah daerah bersama pihak kepolisian menekan angka kriminalitas di wilayahnya secara persuasif. Di sisi lain, peningkatan jumlah dan kualitas calendar event juga perlu dilakukan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui sektor pariwisata.
"Dengan adanya event, UMKM bergerak, hotel terisi, dan masyarakat setempat bisa ikut bekerja. Jadi kegiatan pariwisata juga menjadi solusi untuk membuka lapangan kerja dan mengurangi kriminalitas," kata Widiyanti.
Sekretaris Kementerian Pariwisata Bayu Aji menambahkan pengembangan pariwisata tidak bisa berdiri sendiri tanpa tata kelola sistem keamanan yang baik. Penataan itu, harus dilakukan lintas sektoral terutama pihak keamanan dan pemda setempat.
Menurutnya, Palembang pernah berbenah mengatasi setiap kesemrawutan yang ada dan mengembalikan kepercayaan publik. Untuk mengatasi hal itu, diperlukan komitmen bersama agar wisatawan semakin yakin berkunjung ke Sumsel dan sektor pariwisata dapat tumbuh lebih pesat.
"Sekarang (Palembang) sudah jauh lebih baik. Saya berharap para pejabat di Sumsel terus memperkuat kerja sama dengan kepolisian dan TNI untuk menjaga keamanan," kata dia lagi.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!