Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

KPK: Kepri Punya Potensi Saingi Singapura

📅 Rabu, 15 Okt 2025, 01:30 WIB | Oleh: Tim Penulis
KPK: Kepri Punya Potensi Saingi Singapura Doc: Antara
Ket. Plt Deputi Bidang Koordinasi dan Supervisi KPK RI Agung Yudha Wibowo memberikan pengarahan dalam Rapat Koordinasi dan Evaluasi Hasil Survei Penilaian Integritas (SPI) 2024 bersama Kepala Daerah se-Kepri di Balairung Wan Seri Beni, Dompak, Tanjungpinang, Selasa (14/10).

Tanjungpinang - Plt Deputi Bidang Koordinasi dan Supervisi KPK RI Agung Yudha Wibowo merasa optimistis Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) mampu menyaingi negara tetangga Singapura untuk menjadi daerah maju.

"Saya selalu katakan, tak perlu Indonesia, dari Kepri sudah cukup untuk menyaingi Singapura," kata Agung Yudha dalam Rapat Koordinasi dan Evaluasi Hasil Survei Penilaian Integritas (SPI) 2024 bersama Kepala Daerah se-Kepri di Balairung Wan Seri Beni, Dompak, Tanjungpinang, Selasa.

Menurutnya Kepri sebagai garda terdepan NKRI di perbatasan, memiliki potensi sumber daya alam melimpah seperti minyak dan gas, perikanan hingga pariwisata yang bisa bersaing dengan Singapura. Potensi yang ada di Kepri tidak dimiliki di semua daerah di Indonesia. Contohnya Batam, sebagai kota industri serta pariwisata.

Namun demikian, kata dia, sampai saat ini faktanya Kepri masih tertinggal dari negeri singa tersebut. Padahal secara geografis Kepri jauh lebih luas dari Singapura.

"Sepertinya ada persoalan yang belum ditemukan solusinya, sehingga kita sering putus asa untuk menyaingi Singapura," ungkapnya.

Maka itu, ia menyarankan pemerintah daerah di Kepri mengumpulkan orang-orang pintar di daerah itu guna mencari akar permasalahan mengapa Kepri tak bisa menyaingi Singapura.

Ia juga mendorong Gubernur Kepri Ansar Ahmad dan pemangku kepentingan terkait memiliki roadmap atau peta jalan yang jelas terhadap arah pembangunan bumi Melayu itu ke depan.

"Kalau kita tak punya jalur yang jelas. Maka, tak akan pernah sampai tujuan," ungkapnya.

Dia pun optimistis bukan sesuatu yang mustahil jika suatu masa Kepri bisa maju seperti Singapura. KPK merasa terpanggil dan siap membantu pemerintah daerah dalam hal mengoptimalkan potensi-potensi yang ada di daerah ini.

"Tak ada yang sulit. Tantangannya apa, mari kita pikirkan bersama-sama," ucap Agung Yudha.

Dia turut menyoroti salah satu kendala yang dihadapi Kepri mengejar Singapura adalah masih ditemukannya kasus korupsi di daerah tersebut.

Bahkan ia meyakini potret korupsi yang sudah muncul di media masa masih lebih kecil, dibanding laporan yang masuk ke aparat penegak hukum (APH), seperti kepolisian maupun kejaksaan.

"Tidak semuanya diketahui media, padahal SPDP yang masuk ke APH lebih banyak. Ini jadi tugas kita bersama, terutama KPK bagaimana memberantas sekaligus mencegah korupsi di Kepri," katanya menegaskan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar

Belajar merangkai kain batik di Semarang

37 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Belajar merangkai kain bati...
Ekonomi
Digitalisasi ekonomi melalu...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.