Hermansyah Hilang, Tinggalkan Jaring dan Perahu di TKP Kini Dicari Tim SAR
📅 Jumat, 21 Agu 2026, 15:47 WIB | Oleh: SujarBALIKPAPAN -- Tim SAR Gabungan mengintensifkan pencarian Hermansyah (44), nelayan yang hilang di perairan Tanjung Aru, Kabupaten Paser, Kalimantan Timur, dengan fokus pada titik penemuan bangkai kapal korban pada operasi hari ketiga, Jumat.
"Kami telah mematangkan pola operasi lanjutan dengan mempertimbangkan kondisi cuaca, arah arus laut, serta titik penemuan bangkai kapal," kata Koordinator Unit Siaga SAR Balikpapan Riqi Efendi saat dihubungi dari Balikpapan, Jumat.
Operasi pencarian ini melibatkan personel gabungan dari Basarnas Balikpapan, Polsek Tanjung Aru, Posramil Tanjung Aru, Pemerintah Desa Tanjung Aru, Damkar Tanjung Aru, tokoh pemuda, masyarakat, serta keluarga korban.
Sarana yang dikerahkan meliputi kendaraan penyelamat (rescue car), Rigid Buoyancy Boat (RBB), 18 unit perahu nelayan, peralatan SAR air, peralatan selam, alat komunikasi, hingga perlengkapan medis.
Hermansyah dilaporkan hilang sejak Jumat (14/8) saat melaut. Sebelum operasi resmi dimulai, pihak keluarga dan masyarakat telah melakukan pencarian mandiri dan menemukan perahu serta jaring milik korban di sekitar lokasi kejadian.
Sebaiknya Anda baca juga:
Kantor Pencarian dan Pertolongan Balikpapan kemudian menerima laporan resmi pada Rabu (19/8) dan segera mengerahkan tim untuk melakukan penyisiran.
Pada pencarian hari kedua, Kamis (20/8), tim gabungan melakukan penyisiran permukaan menggunakan RBB dan perahu nelayan, serta operasi bawah air di titik yang diduga menjadi lokasi terakhir korban.
Penyelaman dilakukan dalam dua sorti. Pada sorti pertama, penyelam menyisir kedalaman sekitar 10 meter selama 30 menit. Pada sorti kedua, tim berhasil menemukan bangkai kapal milik korban di dasar perairan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Temuan bangkai kapal tersebut langsung dijadikan titik referensi penting untuk mempersempit area pencarian, meskipun korban belum ditemukan di lokasi itu.
Sekitar pukul 13.10 WITA, nelayan setempat membantu mengangkat bangkai kapal ke permukaan.
Hingga Kamis malam pukul 17.30 WITA, korban belum berhasil ditemukan, sehingga operasi dihentikan sementara dan dilanjutkan kembali pada Jumat pagi. Tim SAR Gabungan terus mengoptimalkan penyisiran di lapangan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!