Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Proyek Galian Drainase di Jakbar Banyak Dikeluhkan Warga

📅 Selasa, 14 Okt 2025, 19:17 WIB | Oleh:
Proyek Galian Drainase di Jakbar Banyak Dikeluhkan Warga Doc: ANTARA/Risky Syukur
Ket. Proyek pembuatan drainase atau saluran air di Jalan Pos Pengumben, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Selasa (14/10).

JAKARTA - Warga mengeluhkan proyek pembuatan drainase atau saluran air di Jalan Pos Pengumben, Kebon Jeruk, Jakarta Barat (Jakbar).

"Berisik enggak, tapi debunya lumayan tebal. Apalagi pas siang," kata salah seorang petugas keamanan Syafrizal (43), pada sebuah rumah toko di kawasan tersebut, Selasa (14/10).

Selain debu, kata Syafrizal, proyek itu juga menambah kemacetan lalu lintas, khususnya pada jam pulang kerja sore hari.

"Kalau pagi enggak terlalu macet karena ramainya ke arah seberang. Apalagi galian ini besar," ujar dia.

Di lokasi, proyek drainase yang dimulai sepekan lalu itu dikerjakan sepanjang 150 meter dari pertigaan Jalan Pos Pengumben Dalam sampai depan SDN Kelapa Dua 06.

Proyek galian ini berada di sisi dari arah Kebayoran Lama menuju Joglo sehingga kemacetan terparah terjadi pada sore hari atau saat masyarakat yang dari arah Jakarta hendak pulang menuju ke arah Joglo maupun Ciledug.

Pekerjaan itu juga memakan satu lajur sehingga akses yang bisa dilalui hanya tersisa satu lajur.

Sebelumnya, Suku Dinas (Sudin) Sumber Daya Air (SDA) Jakarta Barat mengatakan pembuatan saluran air atau drainase di Jalan Pos Pengumben, Joglo, Kembangan, penting untuk dilakukan kendati pembangunan infrastruktur itu menambah kemacetan lalu lintas.

Kepala Sudin SDA Jakarta Barat Purwanti Suryandari menyebutkan daerah sekitar Jalan Pos Pengumben merupakan area rawan banjir, dan saluran air di wilayah tersebut belum cukup untuk menanggulangi genangan.

"Daerah genangan, sebagian belum ada saluran," kata Purwanti.

Selain itu, kata dia, pembangunan drainase itu juga penting karena banjir di kawasan tersebut kerap dikeluhkan masyarakat melalui aplikasi cepat respons masyarakat (CRM).

"Kemudian, sudah dibahas juga di Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) dan reses anggota DPR," ujar Purwanti.

Dia menyebutkan pekerjaan pembuatan saluran itu akan rampung pada pertengahan Desember 2025.

"Baru dimulai. Pelaksanaannya sampai 15 Desember 2025," kata Purwanti.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
Megapolitan
UMKM Sudah Waktunya Manfaat...
Luar Negeri
Ketegangan Tarif Membayangi...
Advertisement
Update Perolehan Medali Sementara Asian Games 2026, Indonesia Naik ke Posisi 13

Update Perolehan Medali Sementara Asian Games 2026, Indonesia Naik ke Posisi 13

30 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.