Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Mengapa Dianjurkan Sebaiknya Tidak Curhat Menggunakan AI

📅 Selasa, 14 Okt 2025, 02:46 WIB | Oleh:
Mengapa Dianjurkan Sebaiknya Tidak Curhat Menggunakan AI Doc: ist
Ket. masalah psikologis

JAKARTA – Masyarakat diingatkan untuk tidak curhat ataupun konsultasi terkait permasalahan hati maupun kepribadian menggunakan perangkat kecerdasan buatan atau AI. Pengingatan ini disampaikan Guru Besar Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, Prof Dr Rose Mini Agoes Salim M.Psi, Senin (13/10).

“Apa yang diungkapkan AI mungkin betul, tapi apakah itu bisa suitable atau cocok untuk situasi kondisi orang saat tertentu. Itu yang mesti dipertanyakan lebih lanjut,” tutur Rose. Kalau kaitannya dengan sesuatu seperti masalah hati atau kepribadian, ada baiknya tidak menggunakan AI untuk konsultasi. Psikolog yang disapa Romi ini melanjutkan, jawaban AI nanti bisa saja menjadi standar antara satu orang dengan orang lain karena bersandar pada pangkalan data yang sama memungkinkan akan keluar informasinya sama.

Romi mengatakan AI memang bisa mengumpulkan data-data untuk menjawab atas permasalahan kita. Namun, jika masalahnya menyangkut hal spesifik tentang kepribadian atau masalah tertentu yang sebenarnya tidak bisa dijelaskan lewat data, maka hasilnya akan menjadi kurang tepat jawabannya karena tidak melihat situasi kondisi atau keadaan orang tersebut.

"Bagaimana dia meresponsnya, beradaptasi dengan masalahnya, bagaimana dia juga kemudian mencari jalan keluar dari masalahnya. Hal itu kan kalau kita konsultasi ke seseorang manusia, maka kemungkinan akan dipertimbangkan hal-hal yang lain,” jelas dia. Romi mengatakan saat berkonsultasi dengan manusia justru ada hal-hal lain yang kemudian menjadi bagian pertimbangan, tidak hanya berdasarkan data otentik tentang permasalahannya saja.

Menurut dia, orang mungkin merasa lebih aman berbicara atau curhat dengan AI karena merasa menganggapnya bukan manusia. Tak ada rasa takut dihakimi atau rahasianya disebarkan, sebab berpikir AI hanyalah mesin. Romi mengatakan jika seseorang merasa tidak punya teman dekat, sebaiknya jangan ragu berkonsultasi dengan psikolog karena hal itu bukan berarti dirinya memiliki masalah gangguan jiwa.

Meski curhat dengan teman dekat memang biasanya lebih nyaman karena sudah saling paham. Namun, lanjut Romi, teman yang terlalu memahami kita kadang memberikan saran belum tentu sesuatu yang objektif, tapi berdasarkan pendirian-pendirian tertentu. Sebaliknya, seorang profesional atau orang dalam kepakarannya akan menjadi lebih objektif dalam memberikan informasi maupun saran.

“Ada baiknya memberikan kesempatan pada diri orang ini yang perlu konsultasi itu untuk mengevaluasi dulu. Apakah saya memang tidak sama sekali membutuhkan orang untuk curhat, atau memang hanya dengan butuh dengan AI. Karena jangan sampai dengan hasil informasi yang diberikan AI bisa jadi salah jalan juga,” ujar Romi.

Lebih lanjut, Romi menekankan bahwa manusia adalah makhluk sosial. Oleh karena itu, sebetulnya interaksi dengan sesama manusia akan sangat membantu. Menurut Romi, meski seseorang merasa bisa berbicara atau curhat dengan AI, perlu diingat bahwa AI bukan manusia. Karena itu, perlu ditelaah lagi sejauh mana batas atau kelenturannya.

“Kalau kadang-kadang cari informasi yang kecil tentang sesuatu ‘saya kok suka cemas ya apa ya penyebabnya bisa ini bisa ini’, nah itu mungkin masih bisa ya. Tapi kalau misalnya sudah mendalam, kalau menurut saya sebaiknya tidak dengan AI lagi,” jelas Romi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Olahraga
Naomi Siap Hadapi Elise Mer...
Olahraga
Crysencio Summerville
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.