Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kemenekraf Dorong Literasi Bisnis Perkuat Kapasitas Pelaku Ekraf

3 Selasa, 14 Okt 2025, 19:02 WIB | Oleh:
Kemenekraf Dorong Literasi Bisnis Perkuat Kapasitas Pelaku Ekraf Kemenekraf Dorong Literasi Bisnis Perkuat Kapasitas Pelaku Ekraf Doc: ANTARA/HO-Kementerian Ekonomi Kreatif
Ket. Kementerian Ekonomi Kreatif (Kementerian Ekraf) melalui Direktorat Pengembangan Akses Pendanaan, Pembiayaan, dan Investasi, menyelenggarakan Literasi Bisnis bagi Pelaku Usaha Ekonomi Kreatif di Kota Malang, Sabtu (11/10).

JAKARTA - Kementerian Ekonomi Kreatif (Kementerian Ekraf) mendorong program Literasi Bisnis sebagai upaya memperkuat kapasitas pelaku ekonomi kreatif (ekraf) agar mampu beradaptasi dengan perubahan pasar dan mengembangkan usahanya secara berkelanjutan.

Menteri Ekonomi Kreatif (Menekraf) Teuku Riefky menegaskan bahwa kegiatan itu merupakan langkah strategis pemerintah untuk memperkuat daya saing pelaku ekonomi kreatif pada saat transformasi ekonomi global.

“Melalui program ini, kami berharap lahir lebih banyak wirausaha kreatif yang mandiri, inovatif, dan berkontribusi nyata bagi perekonomian daerah. Pemerintah berkomitmen menghadirkan ekosistem yang mendukung melalui literasi, pembiayaan, dan kolaborasi lintas sektor,” ujar Menekraf Riefky, dalam keterangan resminya yang diterima di Jakarta, Selasa.

Program Literasi Bisnis diharapkan menjadi langkah berkelanjutan Kementerian Ekraf dalam membangun ekosistem ekonomi kreatif yang kokoh, mandiri, dan berdaya saing, serta mendorong pelaku kreatif Indonesia untuk berkembang hingga ke tingkat global.

Kementerian Ekraf melalui Direktorat Pengembangan Akses Pendanaan, Pembiayaan, dan Investasi, menyelenggarakan Literasi Bisnis bagi pelaku usaha ekonomi kreatif di Kota Malang pada Sabtu (11/10) dengan menghadirkan kolaborasi lintas lembaga sebagai wujud nyata sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam memperkuat ekosistem ekonomi kreatif nasional.

Direktur Anggara Hayun menyampaikan bahwa sektor ekonomi kreatif di Malang memiliki potensi besar sebagai penggerak ekonomi daerah. Pegiat ekraf masih menghadapi tantangan berupa pencatatan dan pelaporan keuangan.

Menurut dia, literasi bisnis ini diharapkan sebagai langkah awal agar pelaku ekraf siap scale-up, mampu membaca peluang dan mengelola keuangan bisnis yang sehat sehingga layak mendapat pendanaan dan pembiayaan dari lembaga resmi baik perbankan maupun non perbankan.

“Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan kapasitas pelaku ekraf dalam mengelola bisnis secara profesional, mengakses pendanaan, dan memitigasi risiko keuangan. Literasi bisnis menjadi fondasi agar pelaku kreatif dapat naik kelas," kata Anggara.

Anggota Komisi XI DPR RI Hasanuddin Wahid menyoroti masih adanya sejumlah tantangan yang dihadapi pelaku usaha ekraf, seperti rendahnya pemanfaatan teknologi dan minimnya pengetahuan keuangan.

“Pola pikir kewirausahaan yang belum tajam dan ekosistem pelaku ekraf yang belum terhubung secara optimal turut menjadi kendala dalam mendorong pertumbuhan sektor ini,” kata Hasanuddin.

Kepala OJK Kota Malang Farid Faletehan mengingatkan peserta untuk berhati-hati terhadap kejahatan digital, tawaran investasi atau pinjaman yang ilegal. OJK, lanjut Farid, berkomitmen melindungi konsumen, dan edukasi seperti hari ini adalah kunci utama agar pelaku ekraf terhindar dari jeratan pinjaman online ilegal yang dapat menghambat pertumbuhan usaha.

"Di Indonesia masih ada gap sebesar 14 persen antara tingkat inklusi dan literasi keuangan di masyarakat, maka itu pahami betul legalitas dan risikonya," ujar Farid.

Kabid Pemasaran Pariwisata dan Ekraf Dispora Kota Malang Laode Kulaita B, menilai program ini sangat relevan dengan kebutuhan pelaku kreatif lokal.

“Literasi bisnis adalah fondasi. Kami berharap pelaku ekraf di Malang tidak hanya unggul dalam kreasi produk, tetapi juga cerdas dalam manajemen usaha dan keuangan,” kata Laode.

Ketua Tim Sistem Informasi Investasi Ekraf Nasional (Sikarafnas) Kemeneterian Ekraf Dini Andriani melaporkan bahwa kegiatan ini diikuti oleh 70 pelaku usaha ekraf dari berbagai subsektor.

Program ini berfokus pada peningkatan kemampuan pencatatan keuangan, mitigasi risiko, dan kesiapan mengakses pembiayaan formal.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...

Stok Cadangan Beras Nasional Capai 4,5 Juta Ton

19 menit yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Stok Cadangan Beras Nasiona...

Uji Publik Calon Anggota KND

42 menit yang lalu | Ones

Nasional
Uji Publik Calon Anggota KND

Pemerintah Siapkan Stimulus Ekonomi

49 menit yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Pemerintah Siapkan Stimulus...
Ekonomi
Perkembangan Inflasi Indone...
Advertisement
Polemik Kadar Emas, Konsumen Soroti Perbedaan Hasil Pengujian

Polemik Kadar Emas, Konsumen Soroti Perbedaan Hasil Pengujian

02 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.