Ekspor Lampaui USD 4 Miliar, Perhiasan Lokal Diminati Swiss Hingga UEA
📅 Senin, 13 Okt 2025, 13:56 WIB | Oleh: Tim RedaksiReni juga mendorong pelaku industri perhiasan agar terus berinovasi, memperkuat kolaborasi, dan menjaga kualitas produk. "Melalui SIJF 2025, Indonesia tidak hanya siap mengikuti tren global industri perhiasan, tetapi juga berpotensi menciptakan tren baru yang mencerminkan keunggulan lokal," ujarnya.
Sementara itu, Direktur Industri Aneka Ditjen IKMA Reny Meilany menjelaskan bahwa delapan IKM yang difasilitasi merupakan produsen perhiasan emas, batu mulia, dan mutiara dari berbagai daerah di Indonesia. Mereka telah melalui proses seleksi dan kurasi ketat, mulai dari pendaftaran daring hingga penilaian akhir.
Kedelapan IKM terpilih tersebut adalah Maza Handcrafted Pearl and Jewelry, Concha, dan DSW Jewellery dari Nusa Tenggara Barat; Suteja Silver dari Bali; Naras Beads Collection dan Vite/Oniecraft dari DKI Jakarta; Kiki Gerssom dari Jawa Timur; serta Permata Falitha dari Kalimantan Selatan.
"Kami berharap para IKM peserta dapat memanfaatkan kesempatan ini tidak hanya untuk berjualan, tetapi juga memperluas jejaring, berbagi wawasan, dan menjalin kolaborasi baru dalam pengembangan bisnis perhiasan," pungkas Reny.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!