Menteri Pariwisata: Alam dan Budaya Adalah Modal Masa Depan Pariwisata Indonesia
📅 Minggu, 12 Okt 2025, 12:05 WIB | Oleh: Tim PenulisProgram pelatihan itu digelar melalui kerja sama dengan Pemerintah Swiss melalui State Secretariat for Economic Affairs (SECO), Swisscontact, serta Schweizerische Hotelfachschule Luzern (SHL).
Pelatihan ini dilaksanakan dalam dua fase. Fase pertama telah berlangsung pada 22–26 September 2025 di de Ballen Sultan Hotel Politeknik Pariwisata Lombok, menghadirkan fasilitator dari SHL, Christian Moro, yang merupakan pakar pelatihan pembelajaran orang dewasa.
Fase kedua akan diselenggarakan pada 10–14 November 2025 di Politeknik Pariwisata Makassar.
Sebanyak 26 dosen dari enam Politeknik Pariwisata di lingkungan Kemenpar dan satu politeknik mitra, yaitu Politeknik Batam ikut berpartisipasi dalam acara.
Sebaiknya Anda baca juga:
Adapun rincian peserta Poltekpar NHI Bandung (2 peserta), Poltekpar Bali (4 peserta), Poltekpar Makassar (5 peserta), Poltekpar Medan (4 peserta), Poltekpar Lombok (4 peserta), Poltekpar Palembang (4 peserta), dan Politeknik Batam (3 peserta).
Melalui program ini, peserta dibekali pemahaman mendalam mengenai prinsip-prinsip adult learning, strategi pembelajaran yang berpusat pada peserta didik, serta penerapan metode-metode inovatif dalam proses pengajaran.
Fasilitator menggunakan pendekatan yang mengombinasikan teori dan praktik. Para peserta dibagi ke dalam beberapa kelompok untuk melakukan improvisasi dan diskusi materi, yang hasilnya kemudian dipresentasikan dan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab.
Sebaiknya Anda baca juga:
Martini berharap program ini dapat mengembangkan kompetensi peserta sebagai trainer, mencakup kemampuan perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, serta peran sebagai lecturer, instructor, dan trainer.
Selain itu, peserta diharapkan mampu menguasai metode pembelajaran aktif dan reflektif, seperti penyusunan lesson plan dan penggunaan metode kreatif sesuai gaya belajar Doer, Discoverer, Thinker, dan Decider.
“Kami berharap melalui kegiatan ini para pendidik di Politeknik Pariwisata dapat merancang dan melaksanakan pembelajaran yang lebih adaptif, kreatif, dan sesuai dengan kebutuhan industri pariwisata yang terus berkembang,” kata Martini.
Secara keseluruhan, pelatihan ini berhasil memberikan pemahaman, pengalaman praktik, serta keterampilan pedagogis yang relevan, adaptif, dan bermakna bagi para dosen dalam mengimplementasikan pembelajaran orang dewasa di lingkungan pendidikan vokasi pariwisata.
Wamenpar ingin pemandu wisata dapat kuasai bahasa asing
Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa ingin para pemandu wisata dapat menguasai bahasa asing seperti bahasa Inggris sebagai upaya meningkatkan kapasitas sumber daya alam pariwisata.
"Pengalaman yang berkesan lahir dari pelayanan prima, keramahtamahan, dan kemampuan komunikasi yang baik. Di sinilah pemandu wisata berperan sebagai wajah dan duta pariwisata," kata Ni Luh saat dikonfirmasi ANTARA di Jakarta, Minggu.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!