HDI Pamerkan Inovasi Kendaraan, Kompor, dan Genset Berbahan Bakar Hidrogen di Hydrogen Car Free Day
📅 Minggu, 12 Okt 2025, 16:53 WIB | Oleh: Haryo Brono
Doc: HDI
JAKARTA - Indonesia Fuel Cell and Hydrogen Energy Society (IFHE) bersama dan PLN SC (Suku Cadang) berkolaborasi dengan PT Hidro Dinamika Internasional (HDI) tampil dalam gelaran “Hydrogen Car Free Day” di kawasan BNI Dukuh Atas, Jakarta pada hari Minggu (12/10). Acara ini menjadi wujud nyata sinergi lintas lembaga dalam memperkenalkan energi hidrogen sebagai solusi transisi menuju masa depan tanpa emisi karbon.
IFHE adalah forum nasional yang beranggotakan para profesional, akademisi, dan industri yang berfokus pada pengembangan teknologi sel bahan bakar (fuel cell) dan energi hidrogen. Keberadaannya berperan aktif dalam memperkuat riset, standardisasi dan kolaborasi lintas sektor untuk mempercepat terwujudnya ekosistem hidrogen nasional yang mandiri dan berdaya saing global.
Sedangkan PT HDI yang berkantor pusat di Kabupaten Bandung Jawa Barat (Jabar) ini, memiliki sejumlah unit kendaraan roda empat dan roda dua, beberapa unit kompor, serta beberapa unit genset yang seluruhnya berbasis teknologi hidrogen.
Selain itu, PT HDI juga tengah mengembangkan inovasi di bidang hydrogen fuel cell sebagai bagian dari komitmen perusahaan terhadap pengembangan energi ramah lingkungan dan berkelanjutan. Teknologi ini dikembangkan oleh tim riset HDI dengan sistem pembakaran hidrogen yang efisien,aman dan ramah lingkungan menjadi bukti bahwa kendaraan konvensional dapat diubah menjadi kendaraan rendah emisi tanpa harus mengganti infrastruktur mesin secara total.
Dalam kegiatan ini, PLN SC berkolaborasi dengan PT HDI menampilkan satu unit mobil hidrogen hasil modifikasi Daihatsu Terios 2017 yang dikonversi menjadi kendaraan berbahan bakar hidrogen (hydrogen combustion vehicle). Teknologi ini dikembangkan oleh tim riset HDI dengan sistem pembakaran hidrogen yang efisien, aman, dan ramah lingkungan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Teknologi itu disebut menjadi bukti bahwa kendaraan konvensional dapat diubah menjadi kendaraan rendah emisi tanpa harus mengganti infrastruktur mesin secara total dan dua unit kompor hidrogen sebagai perwakilan dari produk-produk berbasis hidrogen yang saat ini sedang dikembangkan oleh perusahaan. Demonstrasi ini menunjukkan bagaimana hidrogen dapat menjadi sumber energi bersih yang praktis dan terjangkau bagi kebutuhan rumah tangga di masa depan.
Acara ini turut dihadiri oleh Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Prof. Eniya Listiani Dewi, Vice President Dekarbonisasi PT PLN (Persero) Ricky Cahya Andrian, yang memimpin jalannya kegiatan bersama IFHE.
“Hydrogen Car Free Day ini adalah langkah strategis untuk menunjukkan kesiapan bangsa dalam menghadapi era energi hijau. Ini bukan sekadar pameran teknologi, tetapi bentuk kolaborasi nyata antara pemerintah, BUMN, dan industri nasional,” ujar VP Dekarbonisasi PT PLN, Ricky Cahya Andrian, melalui keterangannya pada hari Minggu (12/10).
Sebaiknya Anda baca juga:
President Director PT HDI, Rudiyana Supriadi menegaskan bahwa kendaraan dan perangkat hidrogen yang ditampilkan merupakan hasil riset rekayasa anak bangsa dengan konsep Hydro-Si System teknologi produksi hidrogen dari silikon hasil reduksi pasir silika lokal yang dikembangkan oleh HDI. Teknologi ini membuka peluang kemandirian energi berbasis sumber daya alam Indonesia yang melimpah.
“Kami ingin menunjukkan bahwa Indonesia mampu menghasilkan teknologi hidrogen dari hulu hingga hilir dari pasir silika menjadi hidrogen, hingga penggunaannya dalam kendaraan dan peralatan rumah tangga. Ini adalah ekosistem hijau yang benar-benar lahir dari tanah air,” jelasnya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!