Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Rekening Massal Butuh Anggaran Rp11 Triliun, Purbaya: Belum Final

📅 Kamis, 10 Sep 2026, 22:35 WIB | Oleh: Tim Penulis
Rekening Massal Butuh Anggaran Rp11 Triliun, Purbaya: Belum Final Doc: ANTARA/ HO-BRI.
Ket. Ilustrasi - Nasabah menggunakan layanan ATM dari PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI).

JAKARTA – Rencana pembukaan rekening massal bagi lebih dari 200 juta masyarakat membutuhkan anggaran jumbo.

Besarnya kebutuhan dana menunjukkan bahwa program perlu dirancang secara cermat agar tujuan memperluas inklusi keuangan tetap sejalan dengan efisiensi dan kemampuan APBN.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan anggaran untuk rencana pembukaan rekening massal bagi masyarakat belum final.

“Belum (ditetapkan) sebesar Rp11 triliun. Ini anggarannya masih belum dihitung,” kata Purbaya menjelaskan kepada wartawan di kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Kamis (10/9).

Nilai proyeksi kebutuhan anggaran sebesar Rp11 triliun sebelumnya disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto.

Airlangga memperkirakan akan ada sekitar 200 juta penduduk yang menjadi target dari program pembukaan rekening tersebut. Dengan jumlah itu, Menko menghitung kebutuhan anggaran berkisar 600 juta dolar AS atau sekitar Rp11 triliun.

Sementara Menkeu Purbaya menilai jumlah target penerima program seharusnya tidak mencapai angka proyeksi tersebut, mengingat program utamanya menyasar masyarakat berusia 17 tahun yang baru mempunyai Kartu Tanda Penduduk (KTP).

Adapun bagi masyarakat yang telah memiliki rekening, menurut Purbaya, belum menjadi pembahasan pemerintah.

“Yang jelas itu semua angka masih kasar. Nanti setelah itu dihitung betul seperti apa. 200 juta (masyarakat), berarti (sekitar) 80 juta yang di bawah 17 tahun. Kita lihat seperti apa penduduknya, saya belum lihat,” jelasnya.

Bendahara negara mengaku belum bisa memberikan perkiraan kapan program tersebut diimplementasikan. Meski cadangan fiskal cukup memadai untuk mendukung pelaksanaan program, Purbaya berpendapat kecil kemungkinan program akan diterapkan tahun ini mengingat anggaran tahun berjalan telah ditetapkan.

“Kalau anggaran tahun ini kan sudah mepet, seharusnya mulai tahun depan. Mereka juga perlu persiapan. Itu ada penggabungan data Dukcapil sama data perbankan dan Bank Indonesia (BI). Itu perlu waktu untuk merapikan itu semua, nggak langsung besok siap,” tuturnya.

Pemerintah saat ini tengah mempersiapkan mekanisme penyediaan atau pembuatan rekening massal bagi seluruh masyarakat di Bank Rakyat Indonesia (BRI) dan Bank Syariah Indonesia (BSI).

Menurut Purbaya, rekening BSI diperuntukkan khusus bagi masyarakat Aceh. Sedangkan masyarakat di wilayah lainnya menggunakan rekening BRI.

Perencanaan kebijakan itu menyusul arahan Presiden Prabowo Subianto untuk memastikan setiap warga negara Indonesia memiliki rekening bank guna memperkuat inklusi keuangan dan tingkat literasi keuangan di dalam negeri.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
Ekonomi
Blangkon Solo Resmi Ditetap...
Daerah
Ribuan Titik Panas Terdetek...
Advertisement
Update Perolehan Medali Sementara Asian Games 2026, Indonesia Naik ke Posisi 13

Update Perolehan Medali Sementara Asian Games 2026, Indonesia Naik ke Posisi 13

30 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.