Koordinator SPPG Blora Instruksikan Benahi Dapur MBG Belum Standar
📅 Kamis, 09 Okt 2025, 09:38 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: ANTARA
SEMARANG – Koordinator Wilayah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kabupaten Blora, Artika Diannita, memberi instruksi pengelola SPPD membenahi dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) setempat yang belum memenuhi standar sanitasi, kebersihan, dan tata kelola pangan sebagaimana mestinya.
“Yang terlihat di video itu seperti yang viral di media sosial, benar. Limbah cair dapur dibuang di belakang tanpa sistem pengolahan yang layak. Memang ada sumur resapan, tetapi ukurannya kecil sehingga air limbah meluber ke tanah kosong,” kata dia di Blora, Provinsi Jawa Tengah, Kamis (09/10).
Korwil SPPG telah memberikan teguran dan instruksi tegas kepada pengelola untuk melakukan pembenahan dalam tujuh hari.
Ia mengaku telah meminta pengelola dapur MBG melakukan perbaikan secara total, mulai dari penerimaan bahan baku hingga distribusi makanan.
"Ini menyangkut kesehatan penerima manfaat, jadi tidak bisa ditoleransi,” katanya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dia mengatakan kondisi dapur yang tidak tertata tersebut, berpotensi mencemari lingkungan dan menimbulkan bau tidak sedap, karena limbah cair bercampur dengan tumpukan sampah.
“Tempat sampah juga berada di belakang, berdekatan dengan saluran limbah. Pengambilan sampah tidak dilakukan setiap hari sehingga menumpuk. Ini jelas tidak sesuai prinsip dapur sehat,” ujarnya.
Hasil pengawasan juga menemukan penataan alat dan perlengkapan dapur masih semrawut. Dapur belum memiliki rak penyimpanan memadai sehingga alat masak diletakkan sembarangan dan berpotensi menyebabkan kontaminasi silang.
Sebaiknya Anda baca juga:
Ia juga menyoroti pelanggaran dalam sistem penyimpanan bahan makanan. Bahan, kering disimpan langsung di lantai tanpa meja palet, sedangkan bahan basah dan beku di lemari pembeku tidak dikelola dengan baik.
“Ada bahan yang seharusnya dibuang, tetapi masih tersimpan. Bahkan suhu freezer (lemari pembeku) belum sesuai standar,” ujarnya.
Kelemahan lain terkait dengan tata ruang. Jalur keluar dan masuk bahan mentah serta makanan matang belum dipisahkan.
“Idealnya dua jalur berbeda agar tidak terjadi kontaminasi. Namun, di dapur ini masih menggunakan satu pintu,” katanya.
Artika yang juga Penanggung Jawab Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) Kabupaten Blora itu, juga menerima keluhan dari penerima manfaat terkait dengan menu makanan yang monoton dan kurang bergizi.
“Menunya itu-itu saja, kadang rasanya juga kurang enak,” katanya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!