Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Rupiah Tertekan Lagi! Ketidakpastian Global Bikin Dolar Makin Perkasa

📅 Rabu, 08 Okt 2025, 17:07 WIB | Oleh: Tim Penulis

Langkah itu diambil hanya beberapa jam setelah Lecornu mengumumkan kabinet baru yang sebagian besar diisi nama-nama lama dari pemerintahan yang runtuh pada 8 September. Susunan kabinet tersebut langsung menuai kritik dari partai oposisi.

Lecornu diangkat menjadi perdana menteri setelah Francois Bayrou kehilangan mosi kepercayaan di Majelis Nasional pada 8 September. Bayrou sebelumnya mengajukan kerangka anggaran 2026 yang menargetkan penghematan €44 miliar (51 miliar dolar AS) untuk menekan utang publik Prancis yang mencapai 115 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB).

Dengan defisit anggaran 5,8 persen dari PDB—salah satu yang tertinggi di Uni Eropa—perdebatan anggaran menjadi sumber utama ketegangan politik di Prancis. Kegagalan menyepakati anggaran 2025 itu juga menyebabkan jatuhnya pemerintahan Michel Barnier pada Desember lalu.

Melihat kondisi Asia, Kyodo melaporkan Mantan Menteri Dalam Negeri Sanae Takaichi memenangkan pemilihan presiden Partai Demokrat Liberal (LDP) Jepang, mengalahkan Menteri Pertanian Shinjiro Koizumi dalam putaran kedua. Takaichi menggantikan Perdana Menteri Shigeru Ishiba sebagai ketua partai dan diperkirakan akan menjadi perdana menteri berikutnya.

Pada awal September, Ishiba mengumumkan pengunduran dirinya sebagai tanggung jawab atas kekalahan koalisi dalam pemilihan majelis tinggi pada Juli, yang mempercepat pemilihan ketua partai yang semula dijadwalkan 2027.

Koalisi yang dipimpin Ishiba juga kehilangan mayoritas di majelis rendah pada Oktober 2024, tak lama setelah ia menjabat perdana menteri.

“Kondisi ini (ketidakpastian global) mendorong arus modal beralih ke aset dolar, sementara imbal hasil obligasi AS tenor panjang bertahan tinggi di atas 4,6 persen,” kata Taufan.

Di sisi lain, ekspektasi bahwa Federal Reserve akan mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama dinilai menambah daya tarik dolar, seiring data tenaga kerja dan aktivitas jasa AS yang masih solid. Ini menandakan ekonomi AS tetap kuat meskipun ada tekanan fiskal.

Meninjau sentimen dalam negeri, pergerakan rupiah masih dibayangi permintaan valas korporasi menjelang akhir tahun. Namun, faktor tersebut dianggap relatif terbatas dibanding dominasi pengaruh eksternal.

Langkah stabilisasi Bank Indonesia di pasar valas diperkirakan dapat menahan volatilitas lebih dalam.

“Dalam jangka pendek, rupiah berpotensi bergerak fluktuatif di kisaran Rp16.550 – Rp16.630 per dolar AS, dengan arah pergerakan masih sangat bergantung pada perkembangan negosiasi shutdown di AS dan hasil risalah FOMC (Federal Open Market Committee) yang akan memberikan petunjuk arah kebijakan The Fed selanjutnya,” ujar dia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
injourney
Advertisement
astra2
Daerah
UMKM Tegal Punya Harapan Ba...
Olahraga
Awal yang Baik bagi Madrid ...

Program-program Unggulan Gorontalo akan Menuju Laut

39 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Program-program Unggulan Go...
Daerah
Mandi di Pantai Tuturuga Be...
Kemenekraf dan BI Perkuat Kolaborasi Pacu Pelaku Ekraf Naik Kelas

Kemenekraf dan BI Perkuat Kolaborasi Pacu Pelaku Ekraf Naik Kelas

22 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.