Rupiah Tertekan Lagi! Ketidakpastian Global Bikin Dolar Makin Perkasa
📅 Rabu, 08 Okt 2025, 17:07 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: ANTARA FOTO/ Muhammad Adimaja
JAKARTA – Pelemahan rupiah belakangan ini tak lepas dari meningkatnya ketidakpastian global, mulai dari kebijakan suku bunga The Fed yang masih hawkish hingga gejolak geopolitik yang menekan sentimen pasar.
Investor global cenderung mencari aset aman seperti dolar AS, membuat tekanan terhadap mata uang negara berkembang—termasuk rupiah—semakin kuat.
Meski begitu, faktor domestik seperti fundamental ekonomi yang relatif stabil dan cadangan devisa yang kuat masih menjadi penyangga utama.
Ke depan, stabilitas rupiah akan sangat bergantung pada arah kebijakan moneter global serta kemampuan pemerintah menjaga kepercayaan pasar lewat koordinasi fiskal dan moneter yang solid
Nilai tukar rupiah pada penutupan perdagangan Rabu (8/10) sore melemah sebesar 12 poin atau 0,07 persen menjadi Rp16.573 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.561 per dolar AS.
Sebaiknya Anda baca juga:
Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada hari ini juga melemah ke level Rp16.606 per dolar AS dari sebelumnya sebesar Rp16.560 per dolar AS.
Research and Development Indonesia Commodity and Derivatives Exchange ICDX Taufan Dimas Hareva mengatakan pelemahan nilai tukar (kurs) rupiah dipicu ketidakpastian global, sehingga penguatan dolar Amerika Serikat (AS) meluas di pasar global.
“Dolar kembali mendapatkan momentum sebagai aset lindung nilai (safe haven) di tengah meningkatnya ketidakpastian global,” ucapnya di Jakarta.
Sebaiknya Anda baca juga:
Mengutip Sputnik, saat ini Pemerintah AS masih mengalami government shutdown (penutupan pemerintah). Presiden AS Donald Trump menyatakan siap bekerja sama dengan Partai Demokrat untuk menangani berbagai isu yang menjadi sumber perdebatan dengan Partai Republik.
Namun, dia memberikan syarat: pemerintah federal AS yang sedang shutdown (ditutup karena tidak ada dana operasional) harus dibuka terlebih dahulu.
Pemerintahan AS telah ditutup selama enam hari setelah Demokrat dan Republik gagal mencapai kesepakatan mengenai rancangan undang-undang (RUU) pendanaan sementara sebelum batas akhir tahun fiskal.
Shutdown membuat 1,3 juta personel militer aktif dan 50 ribu anggota penjaga pantai tidak menerima gaji, memotong bantuan pangan bagi keluarga berpenghasilan rendah, serta mempengaruhi lebih dari 13 ribu pengatur lalu lintas udara, yang berisiko mengganggu jadwal penerbangan.
Kantor Anggaran Kongres (CBO) memperkirakan sekitar 750 ribu pegawai federal bisa dirumahkan setiap hari, yang menimbulkan kerugian sekitar 400 juta dolar AS (sekitar Rp6,6 triliun) per hari.
Di Eropa, Anadolu Agency mengungkapkan krisis politik di Prancis karena Perdana Menteri Sebastien Lecornu mengundurkan diri seiring peningkatan kritik terhadap susunan kabinet baru. Presiden Prancis Emmanuel Macron menerima pengunduran diri Lecornu.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!