Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Rupiah Masih Tertekan, 8 Oktober 2025

📅 Rabu, 08 Okt 2025, 08:45 WIB | Oleh:
Rupiah Masih Tertekan, 8 Oktober 2025 Doc: istimewa

JAKARTA – Rupiah diperkirakan masih berada di bawah tekanan seiring penguatan dollar AS yang didorong oleh kekhawatiran pasar terhadap sikap hawkish The Fed dan potensi shutdown pemerintahan Amerika Serikat (AS). Sentimen global yang belum stabil membuat pelaku pasar cenderung mencari aset aman, sehingga tekanan terhadap mata uang negara berkembang, termasuk Indonesia, ma­sih akan berlanjut dalam jangka pendek.

Analis mata uang Doo Financial Futures, Lukman Leong melihat investor mulai ragu dengan prospek pemangkasan suku bunga acuan oleh The Fed pada rapat bulan ini. Hal itu dikarenakan munculnya pernyataan bernada hawkish dari sejumlah pejabat bank sentral AS.

Karenanya, kurs rupiah terhadap dollar AS dalam per­dagangan di pasar uang antarbank, Rabu (8/10), bergerak melemah di kisaran 16.500–16.650 rupiah per dollar AS.

Sebelumnya, nilai tukar rupiah terhadap dollar AS pada penutupan perdagangan, Selasa (7/10) sore, menguat 22 poin atau 0,13 persen dari sehari sebelumnya menjadi 16.561 rupiah per dollar AS.

Lukman Leong memperkirakan penguatan rupiah kali ini dipengaruhi intervensi Bank Indonesia (BI) di pasar va­luta asing. Menurutnya, data terbaru cadangan devisa In­donesia pada September lalu turun 2 miliar dollar AS dari bulan sebelumnya menjadi 148 miliar dollar AS mengindi­kasikan BI agresif mengintervensi pasar valas guna mene­kan pelemahan rupiah.

Sebab, lanjutnya, penguatan rupiah terjadi di tengah indeks dollar di global masih melanjutkan penguatannya.

Sementara itu, Analis mata uang sekaligus Direktur Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuabi mengatakan penguatan nilai tukar (kurs) rupiah ditopang cadangan de­visa Indonesia pada September 2025 yang tetap kuat ken­dati mengalami penurunan.

“Posisi cadangan devisa akhir September 2025 ter­sebut setara dengan pembiayaan 6,2 bulan impor atau 6,0 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pe­merintah serta berada di atas standar kecukupan in­ternasional sekitar 3 bulan impor. BI menilai cadangan devisa ini tetap kuat mendukung ketahanan sektor eks­ternal serta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan,” ucapnya dalam keterangan tertulis di Jakarta.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Megapolitan
Jakarta Masih Menarik bagi ...
Nasional
Piala Dunia Segera Hadir, A...
Olahraga
John Herdman Minta Timnas I...
PROFIL BINTANG

Joshua Kimmich

1.5 jam yang lalu | Opik

Olahraga
Joshua Kimmich
Rona
Anak Rawan Terkena Diare da...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Jadwal Lengkap Konser Musik di Jakarta Fair Kemayoran PRJ 2026

Jadwal Lengkap Konser Musik di Jakarta Fair Kemayoran PRJ 2026

09 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.