Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Menpar Sebut Modal hingga Perizinan Jadi Tantangan dan Kendala Gelar Event di Indonesia

📅 Selasa, 07 Okt 2025, 07:22 WIB | Oleh:
 Menpar Sebut Modal hingga Perizinan Jadi Tantangan dan Kendala Gelar Event di Indonesia Doc: antara foto
Ket. Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti

JAKARTA - Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti menyebut permasalahan yang terkait dengan modal hingga mendapatkan perizinan dari pihak-pihak terkait menjadi tantangan dan kendala dalam industri penyelenggaraan event di Indonesia.

“Tantangan-tantangan inilah yang menjadi kendala pengembangan industri event. Kami percaya melalui dialog terbuka dan kolaborasi antarpelaku industri, akademisi, dan regulator kita dapat menemukan solusi yang tepat dan berkelanjutan," kata Widiyanti dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (6/10).

Widiyanti menyampaikan pelaku industri kerap kali mengalami keterbatasan modal dan biaya awal yang cukup tinggi. Sedangkan untuk menyelenggarakan sebuah event, banyak biaya yang diperlukan dan perlu menggaet investor untuk menanamkan modalnya.

Selain itu, banyak pemangku kepentingan yang terlibat membuat proses perizinan menjadi kompleks dan membutuhkan waktu yang panjang dan belum terukurnya limbah serta jejak karbon yang dihasilkan selama event berlangsung secara komprehensif, sehingga komitmen terhadap keberlanjutan sangat penting untuk diperkuat.

"Aspek aksesbilitas juga kadangkala masih terabaikan," ujar dia.

Permasalahan berikutnya yakni ekosistem dalam industri event yaitu adanya kesenjangan infrastruktur dan fasilitas pendukung yang ada di berbagai daerah.

Ia menyayangkan situasi ini masih terjadi di Indonesia, karena Kementerian Pariwisata meyakini bahwa event dapat jadi salah satu mesin penggerak utama perekonomian nasional.

Industri ini juga dinilai dapat menciptakan lapangan kerja, mendorong pertumbuhan UMKM, menggerakkan ekonomi daerah serta memperkuat citra dan daya saing Wonderful Indonesia di kancah dunia.

Ditemui secara terpisah, Deputi Bidang Pengembangan Penyelenggara Kegiatan Kemenpar Vinsensius Jemadu mengatakan bahwa salah satu cara untuk menaikkan peringkat Indonesia yang kini menduduki peringkat ke-37 dunia dan peringkat ke-10 di kawasan Asia Pasifik menurut data International Congress and Conventions Association (ICCA) adalah dengan membangun infrastruktur dalam sektor pariwisata menjadi lebih matang.

"(Di ASEAN), nomor satu dalam industri MICE itu masih Singapura karena infrastruktur dia memang sudah mapan. Saya pernah hadir di suatu kongres konvensi MICE di dunia, jadi betapa pentingnya itu kita menggerakkan semua elemen bangsa ini untuk bisa mendukung," kata dia.

Pembangunan infrastruktur juga dapat melibatkan perguruan tinggi dalam mengembangkan riset-riset yang mengikuti tren MICE dan pariwisata di dunia.

Guna mengatasi masalah tersebut, Kemenpar akan menggelar rangkaian acara bertajuk Southeast Asia Business Events Forum (Seabef) dan Wonderful Indonesia Tourism Fair (WITF) 2025, yang diselenggarakan di Nusantara International Convention Exhibition atau NICE di PIK 2.

Seabef akan berlangsung pada tanggal 10-11 Oktober 2025, sementara WITF 2025 akan diselenggarakan pada tanggal 9-12 Oktober 2025.

Seabef dihadirkan sebagai ruang dialog dan kolaborasi memperkuat ekosistem pariwisata yang inklusif dan berkelanjutan, dan WITF 2025 sebagai ajang mempromosikan potensi pariwisata di Indonesia kepada dunia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Daerah
Bantul Raih TPAKD Award 202...
Megapolitan
Jakarta Kota Sinema Makin K...
Megapolitan
Usaha Pembangunan Jaya Jika...
Megapolitan
Dinkes: Ratusan Warga "Serp...
Nasional
Kemenbud Targetkan 7.000 Ca...
Megapolitan
DPRD dan Pemkot Bogor Berha...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.