Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pakar Teknik Sipil Sarankan Bentuk Tim Investigasi Selidiki Ambruknya Bangunan di Ponpes Al Khoziny

📅 Senin, 06 Okt 2025, 14:57 WIB | Oleh:
Pakar Teknik Sipil Sarankan Bentuk Tim Investigasi Selidiki Ambruknya Bangunan di Ponpes Al Khoziny Doc: Antara
Ket. Foto udara memperlihatkan tim gabungan membongkar material untuk memudahkan pencarian korban bangunan ponpes ambruk di Sidoarjo, Jatim

PADANG - Pakar Teknik Sipil, Struktur Tahan Gempa dari Fakultas Teknik Universitas Andalas (Unand), Sumatera Barat (Sumbar), Prof Fauzan menyarankan agar dibentuk tim investigasi untuk menyelidiki serta mencari tahu penyebab robohnya bangunan di Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khozini, Sidoarjo, Jawa Timur.

"Selain penyelamatan dan evakuasi, saya rasa perlu dibentuk tim untuk investigasi penyebab keruntuhan," kata Pakar Teknik Sipil, Struktur Tahan Gempa Unand Prof Fauzan di Padang, Senin (6/10).

Menurutnya, tim investigasi ini sangat penting untuk mendalami penyebab utama ambruknya bangunan itu. Sebab kejadian itu terjadi dalam kondisi normal atau tidak ada gempa dan sejenisnya.

Ia menjelaskan setiap fasilitas pendidikan yang akan dibangun harus merujuk kepada Standar Nasional Indonesia (SNI) dengan faktor keutamaan satu setengah kali lipat dari gedung biasa.

"Jadi, kalau itu (ponpes) dibangun sesuai standar, maka beban pengalinya itu satu setengah kali lipat lebih kuat dari bangunan kantor biasa," jelas dia.

Penetapan beban pengali itu untuk memastikan bangunan yang dibangun kuat dan mampu menahan volume di dalamnya. Apalagi sebagai fasilitas pendidikan akan digunakan jangka panjang dan menampung banyak peserta didik sehingga butuh jaminan kekokohan.

"Di dalam SNI ketentuan itu juga sudah diatur," kata dia.

Terakhir, lanjutnya, setelah asesmen dan tim investigasi bekerja, maka publik bisa mengetahui penyebab robohnya bangunan Ponpes Al Khozini, di Sidoarjo, Jawa Timur sehingga bisa menjadi sebuah evaluasi bagi dunia konstruksi ke depannya.

Terpisah Wakil Menteri (Wamen) Pekerjaan Umum (PU) Diana Kusumastuti saat berkunjung ke Kota Padang (29/9/2025) menekankan pentingnya mendirikan bangunan atau gedung untuk selalu mengacu kepada SNI 1726:2019 atau standar bangunan tahan gempa.

"Pada saat persetujuan bangunan gedung, seharusnya semua struktur yang dilakukan itu sudah mengacu kepada SNI 1726:2019," kata Diana Kusumastuti.

Untuk diketahui, SNI 1726:2019 mengatur tentang tata cara perencanaan ketahanan gempa untuk struktur bangunan gedung, dan non-gedung yang diterbitkan serta disosialisasikan oleh Kementerian PU.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Olahraga
Mulai 2027, Aturan Pelacaka...

Anoman Obong Kalau Jadi Tema Game Bakal Seru

34 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Rona
Anoman Obong Kalau Jadi Tem...
Olahraga
PSS Sleman Gagal Melanjutka...
Advertisement
Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.