Festival Jaranan Trenggalek Disambut Antusias, Wujud Semangat untuk Jaga Budaya Kian Besar
📅 Minggu, 05 Okt 2025, 13:45 WIB | Oleh: Sriyono
Doc: antara foto
TRENGGALEK - Antusiasme peserta Festival Jaranan Trenggalek Terbuka (FJTT) Ke-29 Tahun 2025 di Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur (Jatim) begitu luar biasa. Hal ini menunjukkan semangat dalam menjaga warisan budaya daerah semakin besar.
"Penampilan para maestro ini luar biasa. Antusiasme mereka menunjukkan semangat untuk terus menjaga warisan budaya Trenggalek,” kata Wakil Bupati Trenggalek Syah Mohamad Natanegara dalam keterangan Bagian Infokom Kabupaten Trenggalek di Trenggalek, Minggu (5/1).
Puncak pergelaran FJTT 2025 itu berlangsung meriah pada Sabtu (4/10) malam. Masyarakat setempat yang dikenal gandrung dengan kesenian tradisional daerah setempat itu memadati area pertunjukan di taman alun-alun setempat di sisi utara.
Perhelatan tahunan ini menampilkan ragam seni jaranan berasal dari berbagai daerah sekaligus menghadirkan ikon khas Trenggalek, Tari Turonggo Yakso.
Puncak FJTT 2025 itu menandai berakhir pentas budaya daerah itu setelah tujuh hari terselenggara di Alun-Alun Trenggalek. Waktu penyelenggaraan festival tersebut tahun ini lebih panjang dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pembukaan festival dimeriahkan penampilan kelompok mancanegara sedangkan saat penghujung acara. masyarakat disuguhi atraksi Turonggo Yakso Pakem oleh para maestro berasal dari Kecamatan Dongko, daerah asal tarian tersebut.
Para penari kawakan itu membawakan Turonggo Yakso dalam bentuk asli, baik gerakan tarian maupun iringan musik.
Tarian berdurasi sekitar 25 menit itu mendapat apresiasi penonton karena dibawakan penuh energi, meski rata-rata usia penari sudah di atas 40 tahun, bahkan ada yang berusia 51 tahun.
Sebaiknya Anda baca juga:
Menurut Wabup Syah Mohamad, keberadaan FJTT selama hampir tiga dekade menjadi bukti konsistensi masyarakat dan pemerintah daerah dalam melestarikan kesenian jaranan.
Ia berharap, festival ini tidak hanya menjadi agenda rutin daerah, akan tetapi bisa masuk dalam daftar Kharisma Event Nusantara (KEN) 2026.
"Alhamdulillah festival tahun ini berjalan lancar. Semoga tahun depan bisa lebih baik lagi dan lebih meriah. Karena bagaimanapun juga, ini budaya asli Trenggalek yang harus kita lestarikan bersama," ujarnya.
FJTT dikenal sebagai salah satu festival jaranan terbesar di Jawa Timur. Sejak pertama kali digelar, ajang ini menjadi ruang ekspresi seniman jaranan sekaligus menarik perhatian wisatawan untuk menyaksikan langsung kekayaan seni tradisi Trenggalek.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!