Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Menkeu: Rokok Ilegal Diampuni, Namun Nantinya Harus Bayar Cukai

📅 Sabtu, 04 Okt 2025, 15:50 WIB | Oleh:
Menkeu: Rokok Ilegal Diampuni, Namun Nantinya Harus Bayar Cukai Doc: Bea Cukai
Ket. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa saat melakukan pemusnahan barang ilegal, termasuk rokok ilegal di Jawa Tengah, Jumat (3/10)

JAKARTA: Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa akan mengampuni produsen rokok ilegal, tapi setelah itu mereka harus patuh membayar cukai. Para produsen rokok ilegal tersebut nantinya akan dimaksukkan ke kawasan industri agar usahanya menjadi legal.

Menkeu Purbaya menyampaikan hal tersebut saat meninjau Kawasan Industri Hasil Tembakau (KIHT) di Kudus, Jawa Tengah, Jumat (3/10). Ia mengomentari rencana Bupati Kudus untuk membangun kawasan serupa di tempat lain, seluas lima hektare.

“Harapannya para produsen rokok ilegal bisa masuk ke sana, mungkin akan ada pemutihan juga, dosanya diampuni. Tapi setelah itu, ke depan kita akan bertindak keras,” kata Menkeu.

“Jadi, mereka kita kasih ruang untuk melegalkan produknya dengan pola cukai yang pas buat mereka. Supaya produsen-produsen kecil itu tetap bisa hidup, tapi tidak mengganggu pasar secara tidak fair,” imbuh dia.

Karena produsen-produsen rokok ilegal, tidak membayar cukai seperti produsen-produsen legal. Menurut Menkeu, upaya itu dilakukan untuk menciptakan pasar yang fair di industri rokok.

“Yang penting lapangan kerja tetap terjaga. Tapi bayarnya (cukai) ya bayarlah, jangan gak bayar,” ucap Menkeu.

Dalam kunjungan kerja di Jawa Tengah, Menkeu Purbaya juga melakukan pemusnahaan baran-barang ilegal hasil sitaan Bea Cukai. Barang-barang ilegal itu hasil penindakan sepanjang tahun ini hingga September 2025.

“Yang cukup dominan adalah rokok ilegal sebanyak 1.790.000 batang dari berbagai merk tanpa pita cukai. Ini hasil penindakan di transportasi lewat tol jalur utara dan Selatan,” kata Kepala Kanwil Bea Cukai Jawa Tengah, Imik Eko Putro.

Rokok ilegal itu senilai Rp2,6 miliar, dengan potensi kerugian negara Rp1,33 miliar. Sebagian besar temuan rokok ilegal ini sudah dilakukan proses penyidikan.

Barang ilegal lainnya yang dimusnahkan adalah minuman beralkohol tanpa cukai. Nilainya mencapai Rp39,38 miliar dan potensi kerugian negara sebesar Rp55 miliar. ils/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Sekjen PBB Soroti Tantangan Lonjakan Populasi Lansia

30 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Luar Negeri
Sekjen PBB Soroti Tantangan...
Nasional
Menbud Optimistis Batik Ind...

Janice Tjen Tersingkir dari China Open

56 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Olahraga
Janice Tjen Tersingkir dari...
Advertisement
Antrean Menyusut Jadi 0,5 Kilometer, Layanan Ketapang–Gilimanuk Makin Terkendali

Antrean Menyusut Jadi 0,5 Kilometer, Layanan Ketapang–Gilimanuk Makin Terkendali

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.