Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Sumber Penghidupan, Eddy Soeparno Ajak Kolaborasi Bersihkan Sungai dari Pencemaran

📅 Jumat, 03 Okt 2025, 08:32 WIB | Oleh:
Sumber Penghidupan, Eddy Soeparno Ajak Kolaborasi Bersihkan Sungai dari Pencemaran Doc: antara/dok
Ket. Pengerukan Sungai Ciliwung untuk cegah pendangkalan.

JAKARTA - Sungai telah sekian lama menjadi urat nadi peradaban Indonesia karena menjadi sumber penghidupan. Masyarakat Indonesia bertahan hidup, bercocok tanam, bahkan membangun kota dengan bergantung pada sungai.

Menurut Wakil Ketua MPR RI, Eddy Soeparno, dengan jejak peradaban yang panjang mulai dari Kerajaan Kutai hingga Sriwijaya itu seharusnya sungai dirawat dan dijaga sebagai halaman depan yang bersih dan bebas dari pencemaran, bukan justru menjadi halaman belakang yang kotor dan penuh pencemaran.

“Faktanya, data terbaru dari Kementerian Lingkungan Hidup menunjukkan bahwa lebih dari 60% sungai di Indonesia dalam kondisi tercemar, dengan sebagian besar pencemaran berasal dari limbah domestik, industri, dan sampah plastik,” ujarnya dalam Climate Leader Talk di Jakarta bertemakan Urat Nadi Kehidupan: Sungai untuk Lingkungan, Pangan, dan Energi.

“Pencemaran ini tidak hanya berdampak pada kualitas air yang digunakan masyarakat, tetapi juga merusak ekosistem yang mendukung kehidupan sosial dan ekonomi di sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS). Hampir tidak ada sungai di Indonesia yang bersih dari sampah,” lanjutnya.

Doktor Ilmu Politik UI ini menjelaskan, UU No. 17 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Sumber Daya Air sesungguhnya telah mengatur konservasi air meliputi perlindungan dan pelestarian sumber air, termasuk sungai, dan daerah resapannya.

“UU tersebut juga mengatur, misalnya, rehabilitasi dilakukan di daerah hulu, sempadan sungai, dan kawasan resapan yang diiringi dengan perlindungan kualitas dan kuantitas air: menjaga agar mutu air sungai tetap sesuai baku mutu lingkungan,” katanya.

“Dalam UU tersebut juga diatur kewajiban pemda dan pemerintah pusat antara lain menjamin ketersediaan air bagi rakyat melalui konservasi dan rehabilitasi DAS, menyusun rencana pengelolaan SDA sungai termasuk untuk sungai lintas daerah, serta menjamin kualitas dan kuantitas sungai tetap terjaga,” lanjutnya.

Langkah Pemulihan

Karena itu, untuk melakukan pemulihan sungai secara menyeluruh, Eddy mendorong langkah-langkah strategis yang terukur. Menurutnya, program-program pemulihan sungai harus fokus pada perbaikan kualitas air, bukan hanya dihitung dari jumlah pohon yang ditanam atau volume lumpur yang dikeruk.

Selain itu, limbah domestik yang menjadi pencemar terbesar harus segera ditangani. Pemerintah harus memperluas pembangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) komunal dan memperbaiki sistem sanitasi yang ada.

“Dengan cara ini, kita dapat mengurangi beban pencemar dari rumah tangga yang selama ini menjadi masalah besar bagi kualitas air sungai,” ujarnya.

“Penegakan hukum terhadap industri yang mencemari sungai juga harus diperketat. Kami mendorong agar setiap pelanggaran, seperti pembuangan limbah industri sembarangan, direspons dengan sanksi yang tegas, mulai dari denda hingga pencabutan izin usaha,” lanjutnya.

Bagi Eddy, langkah-langkah menyembuhkan sungai hanya bisa dilakukan dengan kerja kolaborasi semua pihak, mulai dari pemerintah, sektor swasta, hingga masyarakat. Harus ada kemauan untuk meninggalkan ego kelembagaan dan memulai kerja bersama untuk menyelamatkan ekosistem sungai.

“Pemerintah harus menjadi motor penggerak yang mengoordinasikan berbagai program, sementara sektor swasta didorong untuk patuh pada aturan sekaligus memberikan alokasi dalam investasi pengolahan limbah, dan masyarakat harus diberdayakan untuk menjaga perilaku yang ramah lingkungan. Kolaborasi hulu ke hilir menjadi kunci utama memulihkan sungai sebagai halaman depan kita,” tutup Eddy.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
  • Pertamina dan Jababeka Berkolaborasi Menuju Kawasan Hijau dan Nol Emisi
    Melihat tren positif pemasangan infrastruktur panel surya yang ...
  • Kemenperin Pacu Industri Halal Tembus Pasar Global Lewat Halal Indo 2026
    Langkah mendorong penyerapan 60 persen vendor lokal di ...
  • Bukan Sekadar Ekspor, Industri Pangan Indonesia Kejar Posisi di Rantai Nilai Global
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai posisi manufaktur Indonesia ...
  • Industri Besar di Kaltim Didorong Wajib Serap 60 Persen Vendor dan UMKM Lokal.
    Langkah Komisi VII DPR RI dalam mendorong regulasi ...
Advertisement
Art Jakarta Detail Sidebar
Megapolitan
BPBD DKI Jakarta Lakukan Op...
Advertisement
Kemdiktisaintek Mulai Hitung Biaya Pendidikan Gratis hingga PTN

Kemdiktisaintek Mulai Hitung Biaya Pendidikan Gratis hingga PTN

23 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.