Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pekalongan, Kota Batik yang Melegenda Sejak Abad ke-19

📅 Jumat, 03 Okt 2025, 10:41 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pekalongan, Kota Batik yang Melegenda Sejak Abad ke-19 Doc: Antara Foto
Ket. Sejumlah pelajar di Kota Pekalongan sedang belajar membatik di Halaman Gedung Museum Batik Nasional Pekalongan, Kamis (2/10/2025).

Pekalongan adalah kota di pesisir utara Jawa Tengah yang telah lama dikenal sebagai Kota Batik. Julukan ini bukan tanpa alasan mengingat daerah itu merupakan salah satu sentra produksi batik terbesar di Indonesia.

Sejak abad ke-19, batik telah menjadi bagian integral dari kehidupan masyarakat Pekalongan, dengan banyak rumah tangga yang terlibat dalam pembuatan batik.

Keunikan batik Pekalongan terletak pada motifnya yang beragam dan penggunaan warna-warna cerah. Motif-motif, seperti Jlamprang, Buketan, dan Terang Bulan, menjadi ciri khas batik dari kota ini.

Selain sebagai pusat produksi, Pekalongan juga memiliki Museum Batik yang menjadi tempat edukasi dan pelestarian budaya batik. Museum ini tidak hanya memamerkan koleksi batik dari berbagai daerah, tetapi juga menyediakan pelatihan membatik bagi pelajar maupun pengunjung.

Museum Batik Pekalongan adalah bukti nyata komitmen kota ini dalam menjaga dan mengembangkan warisan budaya.

Produk batik Pekalongan memiliki corak warna-warna cerah, seperti merah muda, kuning, dan biru, serta motif yang kaya dan dinamis yang mencerminkan akulturasi budaya lokal dan asing.

Motif-motif terkenalnya, meliputi Jlamprang (geometris dengan pengaruh Islam), Encim (flora dengan pengaruh Tionghoa), Buket (flora besar dari pengaruh Belanda), dan Terang Bulan (pemandangan alam).

Keunikan batik Pekalongan ini juga terletak pada perpaduan elemen alam, budaya, serta penggunaan warna-warna cerah yang khas.

Setiap motif batik memiliki filosofi dan makna tertentu, mencerminkan status sosial dalam masyarakat. Awalnya, batik hanya diperuntukkan bagi kaum bangsawan atau kerajaan, tetapi seiring berjalannya waktu, batik menjadi tersedia untuk semua kalangan, tanpa memandang ras, budaya, atau agama.

Batik merupakan salah satu warisan budaya tak benda dari Indonesia, dan salah satunya adalah Batik Pekalongan. Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNESCO) telah mengakui batik sebagai warisan budaya tak benda Indonesia, menunjukkan nilai dan keunikan budaya ini.

Gempuran tekstil batik

Keberadaan batik tulis maupun cap tidak sepenuhnya aman karena pelaku batik mendapatkan persaingan dari produk tekstil bermotif batik yang sudah banyak memenuhi pasar di Indonesia. Motif batik tulis maupun batik cap ini hampir sama bentuknya, meskipun ada hal yang lain berbeda dari ciri khas batik asal Pekalongan, yaitu harganya lebih murah.

Selain itu, tantangan melestarikan batik, meski sudah dikenal secara global adalah regenerasi perajin. Banyak generasi muda yang kurang tertarik untuk mempelajari proses membatik yang memakan waktu dan tenaga.

Oleh karena itu, upaya untuk mempromosikan batik dan menumbuhkan kecintaan kepada generasi muda sangat penting.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Daerah
Surabaya Siapkan Sensor Pem...
Ekonomi
BNI Private Dinobatkan seba...
Advertisement
Lebih Tinggi dari India dan Laos, AS Tetapkan Tarif Antidumping Panel Surya Indonesia hingga 173,7 Persen

Lebih Tinggi dari India dan Laos, AS Tetapkan Tarif Antidumping Panel Surya Indonesia hingga 173,7 Persen

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.