Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Pekalongan, Kota Batik yang Melegenda Sejak Abad ke-19

📅 Jumat, 03 Okt 2025, 10:41 WIB | Oleh: Tim Penulis

Ada ungkapan, keberadaan Batik Pekalongan jangan sampai "paten obor (padam api)" karena pengakuan UNESCO pada akhir September 2009 terhadap batik sebagai warisan budaya tak benda diinisiasi dari pemerhati batik Pekalongan yang didukung oleh daerah lain.

Saat ini, Museum Batik Pekalongan masih menyimpan sekitar 1.300 koleksi yang berasal dari sumbangan pecinta batik. Ada dua koleksi batik kelompok besar, yaitu Pedalaman yang memfokuskan batik motif kraton, seperti Solo dan Yogyakarta yang memiliki motif Sogan, kawung, parang, dan Truntum.

Sementara batik pesisiran, dengan motif-motif batik berasal dari pesisir utara dan selatan yang memiliki ciri khas beragam warna yang lebih semarak.

Motif batik pesisir ini, seperti berasal dari Pekalongan, Cirebon, Lasem, Madura, bahkan sampai Sumatera. Adapun koleksi batik tertua adalah batik tahun 1940-an, seperti Jlamprang (sumbangan dari warga Fadiah Ahmad), Buket, dan Telengen.

Museum ini tidak hanya memamerkan koleksi batik dari berbagai daerah, tetapi juga menyediakan pelatihan membatik bagi pengunjung. Museum Batik Pekalongan adalah bukti nyata komitmen kota ini dalam menjaga dan mengembangkan warisan budaya.


Kepala Museum Batik Pekalongan Nurhayati Sinaga mengatakan dengan tagline "Batik Membumi, Generasi Peduli" diharapkan batik semakin "bermartabat". Artinya, batik tidak boleh lagi identik dengan pencemaran lingkungan atau batik sebagai penyumbang limbah.

Kita berharap jangan ada lagi batik berdampingan diksi dengan (air) sungai berwana hitam. Kita bisa membuat batik yang bermartabat dengan memanfaatkan warna alam maupun dengan menyediakan IPAL.

Tidak berlebihan jika dalam peringatan Hari Batik Nasional 2025 merupakan waktu yang tepat untuk merefleksikan betapa berharganya warisan budaya ini. Batik bukan sekadar kain, tetapi merupakan identitas bangsa yang penuh makna.

Dengan melestarikan dan mempromosikan batik, kita turut menjaga kekayaan budaya Indonesia agar tetap hidup dan berkembang di tengah arus modernisasi.

Mari kita kenakan batik dengan bangga, tidak hanya pada saat memperingati Hari Batik Nasional, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari sebagai bentuk penghormatan terhadap warisan leluhur dan cinta kepada budaya Indonesia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Olahraga
Naomi Siap Hadapi Elise Mer...
Olahraga
Crysencio Summerville
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.