Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Banyak Titik Panas, BMKG Ajak Masyarakat di Kaltim Waspadai Karhutla

📅 Jumat, 03 Okt 2025, 21:09 WIB | Oleh: Tim Penulis
Banyak Titik Panas, BMKG Ajak Masyarakat di Kaltim Waspadai Karhutla Doc: ANTARA
Ket. Informasi sebaran titik panas pada Jumat, 3 Oktober 2025, yang dirilis BMKG Stasiun Balikpapan, Kaltim.

BALIKPAPAN– Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Balikpapan mengajak masyarakat untuk mewaspadai kemungkinan terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla), seiring dengan banyaknya titik panas di Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) dalam beberapa hari terakhir.

Seperti pada Kamis (02/10) yang mencapai 307 titik panas tersebar di sembilan kabupaten/kota, kemudian Jumat ini terdapat 40 titik panas yang tersebar di empat kabupaten, yakni di Kabupaten Paser, Kutai Barat, Kutai Kartanegara, dan Kabupaten Berau. 

"Kami imbau masyarakat dan semua elemen terkait tetap memantau informasi cuaca melalui kanal resmi BMKG dan waspada terhadap potensi adanya titik api yang bisa menyebabkan karhutla," ujar Koordinator bidang Data dan Informasi BMKG Stasiun Meteorologi Sepinggan Balikpapan, Diyan Novrida, di Balikpapan, Jumat(03/10).

Ia juga mengimbau masyarakat tidak membuang puntung rokok sembarangan, karena puntung rokok yang masih membara berpotensi memicu karhutla karena banyak ranting dan dahan kering yang mudah terbakar, warga juga diimbau tidak membakar lahan sembarangan.

Terkait dengan titik panas, lanjut ia, tugas dan fungsi BMKG adalah menginformasikan ke dinas terkait dan untuk masyarakat umum yang disertai dengan tingkat kepercayaan kebakaran, selanjutnya menjadi tugas instansi terkait untuk melakukan pengecekan hingga penanganan di lokasi.

Menurutnya, dalam informasi titik panas selalu disebutkan tingkat kepercayaan sedang dengan angka 7 maupun kepercayaan tinggi dengan angka 8. Terlebih informasi titik panas ini juga menyertakan titik koordinat, sehingga pihak terkait mendapat petunjuk untuk menuju lokasi titik panas.

Ketika ada informasi titik panas yang kemungkinan terjadi kebakaran karena memiliki tingkat kepercayaan tinggi, biasanya pihak terkait langsung menuju lokasi sambil membawa peralatan pemadaman kebakaran.

Ia melanjutkan, pada Jumat yang terdeteksi sebanyak 40 titik panas dan tersebar di empat kabupaten, rinciannya adalah di Kabupaten Paser terdapat 34 titik, yakni di Kecamatan Batu Sopang (7), Batu Engau (24), Kuaro, Long Kali, dan Kecamatan Muara Komam masing-masing (1). 

"Kemudian Kabupaten Berau dengan satu titik di Kecamatan Segah, Kabupaten Kutai Barat satu titik di Kecamatan Barong Tongkok, Kabupaten Kutai Kartanegara empat titik panas yang semuanya berada di Kecamatan Loa Janan," kata Diyan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
  • Jangan Main-main! Kawasan Industri Diminta Tuntaskan Seluruh Izin
    Langkah proaktif pemerintah pusat dan daerah dalam menata ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Megapolitan
Pemkot Jakut Tertibkan Bang...
Daerah
Penanganan kebakaran di Kaw...
Advertisement
11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.