Makan Bergizi Gratis di Purbalingga: Anak-anak Sekolah Kini Pulang dengan Senyum dan Perut Kenyang
📅 Kamis, 02 Okt 2025, 17:58 WIB | Oleh: AlfredSoal menu, ia mengakui wajar jika ada siswa yang mengusulkan variasi, namun secara umum mereka puas. Mereka tahu tidak mungkin semua keinginan bisa terpenuhi karena yang penting sehat dan cukup.
Meski sekolah itu hampir enam tahun belum memiliki kepala sekolah definitif, Supangat menegaskan pihaknya tetap berkomitmen. “Kami harus memastikan MBG berjalan baik. Karena yang kami perjuangkan adalah masa depan anak-anak,” tegasnya.
Program MBG di Bobotsari bukan hanya memberi makan ribuan siswa. Lebih jauh, ia membentuk ekosistem kepedulian baru: guru, relawan, orang tua, dan siswa saling terkait dalam rantai kebaikan.
Bagi anak-anak, setiap sendok nasi dan potongan sayur adalah tanda kasih dari banyak pihak yang peduli. Bagi orang tua, MBG berarti satu beban berkurang, satu harapan bertambah. Sementara bagi relawan, setiap porsi makanan yang diantar adalah amal yang tak ternilai.
Sebaiknya Anda baca juga:
Suasana sederhana di ruang kelas: doa bersama, makanan habis tanpa tersisa, senyum puas anak-anak, seakan menegaskan bahwa gizi adalah hak, bukan kemewahan.
Sabian, Amalia, Pamungkas, hingga Saina mungkin hanya tahu bahwa ayam, telur, dan sayuran itu enak. Namun, jauh di balik itu, mereka sedang menerima sesuatu yang jauh lebih besar: sebuah jaminan bahwa masa depan mereka tidak boleh kosong seperti ompreng yang sudah habis, melainkan penuh harapan, sehat, dan bergizi.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!