Makan Bergizi Gratis di Purbalingga: Anak-anak Sekolah Kini Pulang dengan Senyum dan Perut Kenyang
📅 Kamis, 02 Okt 2025, 17:58 WIB | Oleh: AlfredDi balik ompreng-ompreng berisi makanan bergizi itu, ada tangan-tangan terampil yang bekerja nyaris tanpa henti. Mereka adalah orang-orang yang bekerja di dapur MBG yang dikelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Limbasari yang berlokasi di Desa Limbasari, Kecamatan Bobotsari, serta bermitra dengan Yayasan Alrahma Bhakti Jatisaba.
Kepala SPPG Limbasari, Henti Lutfiah, mengatakan dapur MBG yang dia kelola menjadi salah satu pionir di Purbalingga karena berdiri sejak 17 Februari 2025 bersama dua dapur MBG lainnya, salah satunya SPPG Purbalingga Wetan di Kecamatan Purbalingga Kota yang juga bermitra dengan Yayasan Alrahma Bhakti Jatisaba.
“SPPG Limbasari melayani 15 sekolah dari tingkat TK, SD, hingga SMP. Awalnya, sasaran kami 3.331 siswa. Sekarang sudah 3.610 penerima manfaat, termasuk balita, ibu hamil, dan ibu menyusui," katanya.
Terkait dengan keterlibatan sukarelawan di dapur MBG/SPPG Limbasari, dia mengakui antusiasme warga luar biasa karena saat perekrutan tercatat sebanyak 250 orang yang mendaftar, sedangkan jumlah yang dibutuhkan sesuai dengan ketentuan Badan Gizi Nasional (BGN) sebanyak 47 orang.
Sebaiknya Anda baca juga:
Namun setelah seleksi, SPPG Limbasari melibatkan 57 sukarelawan yang mayoritas warga Limbasari, dan 10 orang di antaranya mendapatkan upah dari Yayasan Alrahma Bhakti Jatisaba, sedangkan lainnya dari BGN.
“Kami lebih ketat karena lokasinya agak jauh. Semua wajib pakai APD. Tujuannya agar makanan tetap aman, terhindar dari risiko penyakit," kata Henti menjelaskan.
Ritme kerja dapur berjalan hampir semalam suntuk. Bahan makanan datang menjelang magrib, disortir, lalu dipersiapkan sejak pukul 19.00 WIB.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Kalau gorengan, mulai dimasak pukul 00.00 WIB atau 01.00 WIB. Sayur baru dimasak sekitar pukul 02.30 WIB agar tetap segar. Kami masak dua kloter, pertama dini hari, lalu pagi pukul 05.00 WIB-06.00 WIB," katanya.
Menurut dia, pekerjaan tersebut bukan sekadar rutinitas, tetapi amanah besar karena anak-anak itu masa depan bangsa Indonesia, sehingga mereka harus mendapatkan makanan sehat setiap hari.
Suara dari sekolah
Di SMP Negeri 1 Bobotsari, program MBG langsung diterima sejak hari pertama SPPG Limbasari berjalan pada bulan Februari 2025 dan saat itu, jumlah siswa sebanyak 760 anak, sekarang sebanyak 760 siswa. Pelaksana Tugas Kepala SMP Negeri 1 Bobotsari Supangat melihat perubahan nyata di kalangan siswanya.
Menurut dia, MBG membawa dampak ganda. Pertama, anak-anak bisa menyimpan uang saku, sehingga orang tua lebih tenang. Kedua, kebutuhan gizi mereka lebih terjamin.
“Anak-anak sangat antusias, ada siswa yang bilang di rumah jarang ada susu. Tapi lewat MBG, di sekolah mereka mendapatkannya. Itu artinya program ini membantu sekali,” katanya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!