Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Wamenparekraf Ni Luh Puspa Ajak Jaga Kelestarian Hiu Paus di Botubarani, Gorontalo

📅 Selasa, 30 Sep 2025, 11:45 WIB | Oleh: Tim Penulis
Wamenparekraf Ni Luh Puspa Ajak Jaga Kelestarian Hiu Paus di Botubarani, Gorontalo Doc: Antara Foto
Ket. Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa saat berkunjung ke Desa Botubarani, Kabila Bone, Bone Bolango, Gorontalo

Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa meminta semua pihak untuk menjaga kelestarian hiu paus di Desa Botubarani, Gorontalo, sebagai bagian dari upaya mengembangkan wisata berbasis alam yang berkelanjutan.

“Tentu perlu inovasi lain untuk mengembangkan desa wisata ini. Tidak hanya mengandalkan hiu paus, tetapi juga menghadirkan atraksi-atraksi baru agar wisatawan bisa merasakan berbagai pengalaman saat berkunjung,” kata Ni Luh sebagaimana dikonfirmasi ANTARA di Jakarta, Selasa.

Dalam audiensinya bersama masyarakat Desa Botubarani, Gorontalo pada Minggu (28/9), Ni Luh menekankan bahwa pengembangan wisata hiu paus harus dilakukan tanpa mengganggu habitat alami satwa laut langka tersebut. Keberadaan hiu paus adalah daya tarik utama Botubarani sejak pertama kali muncul di perairan sekitar pada tahun 2016.

Hiu paus merupakan salah satu hewan raksasa yang memiliki keistimewaan bagi wisatawan, karena bisa dilihat dari jarak dekat bahkan dari bibir pantai. Wisatawan juga dapat menyaksikannya lebih dekat dengan perahu nelayan atau paddleboard.

Wisatawan bisa pula mencoba pengalaman unik seperti menaiki perahu transparan, di mana wisatawan bisa berfoto dengan bantuan pesawat tanpa awak (drone) sehingga posisi hiu paus terlihat jelas dari atas.

Namun potensi besar ini sekaligus menghadirkan tantangan, terutama dalam menjaga kenyamanan hiu paus dan kelestarian habitatnya seiring peningkatan jumlah wisatawan. Ni Luh menyampaikan seluruh pengalaman itu hanya bisa terjaga jika semua pihak mengedepankan prinsip konservasi.

Kementerian Pariwisata dalam hal ini terus berkoordinasi lebih lanjut dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Bone Bolango dalam merumuskan langkah konkret pengelolaan wisata hiu paus yang berkelanjutan, tanpa mengganggu habitat alami spesies langka tersebut.

Kementerian Pariwisata juga mengajak wisatawan untuk menjadi bagian dari upaya pelestarian dengan selalu berperilaku bertanggung jawab saat menikmati atraksi hiu paus, mulai dari menjaga jarak aman, tidak memberi makan langsung, hingga tidak mencemari laut.

Masyarakat dan pemerintah daerah diminta agar menciptakan atraksi tambahan sehingga Botubarani tidak hanya bergantung pada hiu paus sebagai satu-satunya daya tarik wisata.

Ketua Kelompok Sadar Wisata Desa Botubarani Wahab Matoka menambahkan kemunculan hiu paus telah membawa perubahan nyata bagi kehidupan masyarakat setempat. Pariwisata kini dikelola secara mandiri oleh warga.

“Kami ingin wisata di sini berbeda dari Bali, tetapi jumlah pengunjungnya bisa setara dengan Bali,” kata Wahab.

Ia juga berharap Kemenpar dapat membantu pengadaan rumpon plankton sebagai penunjang ekosistem laut dan berfungsi sebagai feeding ground yang bermanfaat tidak hanya untuk hiu paus, tetapi juga berbagai spesies ikan lain.

“Dengan banyak plankton, hiu paus akan lebih sering datang, sehingga wisatawan selalu bisa melihatnya,” ujar Wahab.

Selain bertemu masyarakat Desa Botubarani, Ni Luh juga mengunjungi Desa Wisata Religi Bubohu Bongo untuk membahas pengembangan destinasi setempat serta meninjau fasilitas toilet bersih di Pantai Dulanga yang didukung oleh Kementerian Pariwisata.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Rupiah Tembus Rp18.000 per ...
Megapolitan
PIN SPMB Belum Masuk? Ini P...
Nasional
SBY: Kepercayaan Publik Jad...
Megapolitan
DKI Perluas Pelatihan Kerja...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.