Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Hasil CKG: 36 Persen Penduduk Dewasa dan Lansia di Indonesia Alami Obesitas

📅 Selasa, 30 Sep 2025, 15:15 WIB | Oleh:
Hasil CKG: 36 Persen Penduduk Dewasa dan Lansia di Indonesia Alami Obesitas Doc: ANTARA
Ket. Direktur Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat di Kementerian Kesehatan Dr. Elvieda Sariwati dalam diskusi kesehatan bersama Novo Nordisk tentang obesitas di Jakarta, Senin (29/9/2025)

JAKARTA - Direktur Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat di Kementerian Kesehatan Dr. Elvieda Sariwati mengatakan berdasarkan hasil Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang dilakukan pada 30 juta penduduk Indonesia tercatat hampir 36 persen dewasa dan lansia mengalami obesitas.

“Ternyata obesitas sentral maupun obesitas sistemik pada dewasa dan lansia itu hampir mendekati 36 persen dari yang sudah melakukan cek kesehatan. Berarti 1 dari 3 itu yang sudah melakukan. Jadi memang angka obesitas kita makin terus meningkat,” kata Elvie dalam diskusi kesehatan bersama Novo Nordisk tentang obesitas di Jakarta, Senin.

Elvie mengatakan berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia di tahun 2018 angka obesitas pada 10 tahun ke atas mencapai 21,8 persen, dan data terbaru pada tahun 2023 angkanya sudah semakin naik mencapai 23,8 persen.

Ia mengatakan hal ini terjadi karena gaya hidup yang tidak sehat dan mengonsumsi makanan dan minuman manis terlebih dilakukan sejak usia balita.

Elvie menyoroti masyarakat Indonesia sebanyak 63,4 persen kurang berolahraga dan hanya 36, 6 persen saja yang berolahraga sesuai dengan anjuran WHO yakni 30 menit per hari atau 150 menit per minggu dengan intensitas ringan sampai berat.

Selain itu, konsumsi makanan dan minuman dengan gula tambahan juga menjadi faktor penyebab obesitas yang tinggi di Indonesia yakni sebanyak 33,7 persen mulai dari usia 3 tahun ke atas mengonsumsi makanan manis lebih dari satu kali sehari dan kurang konsumsi buah dan sayur.

“Yang mengonsumsi minuman manis lebih dari 1 kali per hari itu 47,5 persen. Kemudian berikutnya makan buah dan sayur kalau WHO merekomendasikan 5 porsi per hari, kita yang mencukupi hanya 24 persen, jadi mungkin hal ini juga yang berkontribusi terhadap meningkatnya obesitas yang ada di kita,” katanya.

Elvie mengatakan masyarakat Indonesia harus lebih mewaspadai bahaya obesitas karena bisa menjadi pintu masuk penyakit-penyakit penyerta lainnya seperti kardiovaskular, hipertensi dan diabetes yang juga menjadi beban kesehatan terbesar di Indonesia.

Elvie mengatakan pemerintah juga perlu melakukan kolaborasi dengan berbagai sektor baik swasta, kementerian lain dan masyarakat sebagai komunitas untuk menangani masalah obesitas yang juga sudah menjadi isu kesehatan dunia dengan edukasi obesitas.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Ekonomi
Antrean BBM Jadi Sorotan, G...
Olahraga
Liverpool Gagal Menang di A...
Luar Negeri
Selamat Datang di Festival ...
Daerah
Kebakaran Kawah Ijen Sudah ...
Advertisement
Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.