Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Sungai-sungai akan Ditata Menjadi Ruang Publik

📅 Senin, 29 Sep 2025, 01:15 WIB | Oleh: Tim Penulis
Sungai-sungai akan Ditata Menjadi Ruang Publik Doc: ANTARA/HO-Pemprov DKI Jakarta.
Ket. Salah satu perahu terbuat dari botol plastik dalam Festival Perahu Cinta Lingkungan (Cilung) 2025 di di aliran Sungai Ciliwung, tepatnya di kawasan Jalan Inspeksi, MT Haryono, Jakarta Selatan, Minggu (28/9).

JAKARTA -Jakarta dilintasi 13 sungai. Sebagian akan ditata agar dapat menjadi ruang public tempat warga berinteraksi. Dengan demikian sungai tak lagi hanya sebagai saluran air tapi bertranformasi menjadi ruang publik yang mendukung wisata dan edukasi lingkungan.

Asisten Pembangunan dan Lingkungan Hidup Sekretariat Daerah (Setda) Provinsi Jakarta, Afan Adriansyah Idris, mengatakan, penataan sungai merupakan salah satu prioritas Pemprov Jakarta dalam upaya meningkatkan daya tarik kota dan kualitas lingkungan. “Beberapa waktu lalu, Gubernur telah melakukan susur sungai sebagai bagian dari evaluasi lapangan,” ujarnya, Minggu.

Salah satu fokus saat ini adalah penataan Banjir Kanal Barat (BKB) yang ditargetkan rampung pada akhir 2026. Upaya penataan sungai diharapkan dapat memperkuat kualitas hidup warga sekaligus mendukung pelestarian lingkungan perkotaan. Afan menekankan bahwa keberhasilan program tidak bisa bergantung pada pemerintah semata, tetapi juga membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat.

“Mari mulai dari kecil seperti menjaga kebersihan sungai dengan tidak membuang sampah sembarangan. Sungai bersih adalah tanggung jawab bersama,” katanya. Adapun salah satu upaya memperkenalkan sungai sebagai ruang rekreasi dan edukasi yang menyenangkan bagi warga, melalui “Festival Parade Perahu Cinta Lingkungan” (Cilung) 2025.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Jakarta, Asep Kuswanto menuturkan, melalui festival ini, Pemprov ingin menunjukkan bahwa sungai bisa menjadi bagian dari gaya hidup warga Jakarta yang positif dan berkelanjutan. “Antusiasme masyarakat yang hadir membuktikan bahwa mereka ingin terlibat langsung dalam menjaga sungai,” katanya.

Pemprov Jakarta telah menjalankan berbagai langkah konkret untuk mengurangi pencemaran sungai. Ini mulai dari pembersihan 13 sungai besar Jakarta dan pembangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) domestik dan terpadu. Selain itu, Program Jakarta Sewerage System untuk mengelola limbah rumah tangga secara lebih efektif.

Namun, semua upaya ini tidak akan maksimal tanpa kesadaran dan partisipasi warga. Dia mengimbau masyarakat untuk mulai memilah sampah dari rumah dan tidak membuang limbah rumah tangga maupun industri ke sungai.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Megapolitan
Warga Bekasi Akan Dihibur B...
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.