Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Helikopter Jatuh di Sekadau: KNKT Janji Ungkap Fakta Awal dalam 30 Hari, Ini yang Sudah Ditemukan

📅 Jumat, 17 Apr 2026, 18:50 WIB | Oleh: Tim Penulis
Helikopter Jatuh di Sekadau: KNKT Janji Ungkap Fakta Awal dalam 30 Hari, Ini yang Sudah Ditemukan Doc: Antara
Ket. Warga setempat mendokumentasikan kondisi helikopter PK-CFX dilaporkan hilang kontak saat terbang dari Sintang menuju Kubu Raya pada Kamis (16/4) sekitar pukul 08.39 WIB.

Pontianak - Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) menargetkan laporan awal (preliminary report) terkait kecelakaan helikopter PK-CFX di Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat (Kalbar) akan dirilis dalam waktu 30 hari sejak insiden terjadi.

"Dalam 30 hari kita akan keluarkan laporan awal yang berisi data faktual," kata Investigator KNKT, Dian Saputra di Pontianak, Jumat.(17/4)

Dia mengatakan laporan awal tersebut akan memuat data faktual hasil investigasi di lapangan, mulai dari kondisi cuaca hingga performa mesin sebelum kecelakaan.

Ia menegaskan hingga saat ini KNKT belum dapat memastikan penyebab jatuhnya helikopter tersebut, karena proses investigasi masih berlangsung dan memerlukan analisis lebih lanjut.

"Untuk penyebabnya saat ini belum bisa kita pastikan. Kita masih menunggu hasil analisis," tuturnya.

Dian menjelaskan helikopter PK-CFX tidak dilengkapi perangkat perekam data penerbangan, seperti Flight Data Recorder (FDR) maupun Cockpit Voice Recorder (CVR) sebagaimana pesawat komersial. Sebagai pengganti, KNKT mengandalkan engine data recorder untuk mengumpulkan informasi terkait performa mesin, termasuk kondisi oli dan putaran mesin sebelum kejadian.

Selain itu, tim investigasi juga mengumpulkan berbagai data tambahan dari lokasi kejadian, termasuk kemungkinan rekaman kamera yang dapat membantu proses rekonstruksi peristiwa.

Seluruh data yang dihimpun nantinya dianalisis secara komprehensif, termasuk dengan melibatkan pihak manufaktur helikopter di Prancis guna memastikan akurasi temuan teknis.

KNKT menyebutkan laporan akhir (final report) yang memuat penyebab kecelakaan serta faktor-faktor yang berkontribusi diperkirakan baru dirilis dalam kurun waktu hingga 12 bulan.

"Investigasi ini difokuskan pada aspek keselamatan penerbangan, dengan tujuan menghasilkan rekomendasi guna mencegah kejadian serupa terulang di masa mendatang," katanya.

Sebelumnya, helikopter PK-CFX dilaporkan hilang kontak saat terbang dari Sintang menuju Kubu Raya pada Kamis (16/4) sekitar pukul 08.39 WIB. Helikopter tersebut mengangkut delapan orang, terdiri atas dua kru dan enam penumpang, yakni pilot Capt Marindra W, co-pilot Harun Arasyd, serta enam penumpang lainnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Sekjen PBB Soroti Tantangan Lonjakan Populasi Lansia

33 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Luar Negeri
Sekjen PBB Soroti Tantangan...
Nasional
Menbud Optimistis Batik Ind...

Janice Tjen Tersingkir dari China Open

59 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Olahraga
Janice Tjen Tersingkir dari...
Advertisement
Antrean Menyusut Jadi 0,5 Kilometer, Layanan Ketapang–Gilimanuk Makin Terkendali

Antrean Menyusut Jadi 0,5 Kilometer, Layanan Ketapang–Gilimanuk Makin Terkendali

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.