Pemprov DKI Ubah Wajah Sungai Jadi Wisata dan Edukasi, Target Rampung 2026
📅 Minggu, 28 Sep 2025, 18:15 WIB | Oleh: Paundra Zakirulloh
Doc: Istimewa
JAKARTA – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta terus berupaya mengubah fungsi sungai dari sekadar saluran air menjadi ruang publik yang bisa dimanfaatkan sebagai destinasi wisata dan edukasi lingkungan. Inisiatif ini diharapkan mampu memperkuat kualitas hidup warga sekaligus menjaga kelestarian ekosistem perkotaan.
Asisten Pembangunan dan Lingkungan Hidup Sekretaris Daerah DKI Jakarta, Afan Adriansyah Idris, menegaskan bahwa penataan sungai kini menjadi salah satu prioritas utama Pemprov. Upaya tersebut tidak hanya meningkatkan daya tarik kota, tetapi juga berdampak pada peningkatan kualitas lingkungan Jakarta.
“Beberapa waktu lalu, Bapak Gubernur telah melakukan susur sungai sebagai bagian dari evaluasi lapangan. Salah satu fokus kami saat ini adalah penataan Banjir Kanal Barat (BKB), yang ditargetkan rampung pada akhir 2026,” ujarnya, Minggu (28/9).
Afan juga mengingatkan bahwa program ini tidak bisa berjalan hanya dengan mengandalkan pemerintah. Menurutnya, kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan sungai adalah faktor penentu keberhasilan.
“Mari kita mulai dari hal kecil, seperti menjaga kebersihan sungai dan tidak membuang sampah sembarangan. Sungai bersih adalah tanggung jawab bersama,” tambahnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Senada dengan itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta, Asep Kuswanto, menyebut Festival Parade Perahu Cinta Lingkungan (Cilung) 2025 menjadi salah satu cara memperkenalkan sungai sebagai ruang rekreasi yang menyenangkan. Festival ini disebutnya mampu menumbuhkan rasa memiliki warga terhadap sungai.
“Melalui festival ini, kami ingin menunjukkan bahwa sungai bisa menjadi bagian dari gaya hidup warga Jakarta yang positif dan berkelanjutan. Antusiasme masyarakat yang hadir hari ini membuktikan bahwa mereka ingin terlibat langsung dalam menjaga sungai,” ujarnya.
Asep menjelaskan, Pemprov telah menyiapkan sejumlah langkah konkret dalam mengurangi pencemaran sungai. Di antaranya, pembersihan 13 sungai besar di Jakarta, pembangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) domestik dan terpadu, serta program Jakarta Sewerage System untuk mengelola limbah rumah tangga secara efektif.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Namun, semua upaya ini tidak akan maksimal tanpa kesadaran dan partisipasi warga. Kami mengimbau masyarakat untuk mulai memilah sampah dari rumah dan tidak membuang limbah rumah tangga maupun industri ke sungai,” tegasnya.
Dukungan juga datang dari legislatif. Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta, Yuke Yurike, menilai langkah menjadikan sungai sebagai ruang wisata dan edukasi lingkungan adalah ide maju yang perlu disinergikan lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
“Program seperti Festival Cilung ini bisa menjadi pemantik semangat warga untuk menjaga lingkungan. Namun ke depannya, perlu ada kolaborasi berkelanjutan yang terintegrasi dengan perencanaan pembangunan kota agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” ujarnya.
Yuke menegaskan, Jakarta hanya bisa berkembang menjadi kota bersih dan ramah lingkungan apabila semua elemen masyarakat ikut berperan. Menurutnya, sungai bukan hanya bagian dari sejarah, tetapi juga aset berharga yang menentukan masa depan kota.
Dengan transformasi fungsi sungai ini, Pemprov DKI berharap Jakarta dapat tumbuh sebagai kota yang tidak hanya modern dan global, tetapi juga berkelanjutan. Warga diharapkan menjadikan sungai sebagai ruang hidup bersama yang terus dirawat dan dilestarikan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!