Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Gandeng Tiongkok, RI Ngebut Jadi Pusat Industri Halal Dunia!

📅 Minggu, 28 Sep 2025, 20:30 WIB | Oleh: Tim Penulis
Gandeng Tiongkok, RI Ngebut Jadi Pusat Industri Halal Dunia! Doc: ANTARA/ HO-Kemenperin
Ket. Kepala Pusat Industri Halal Kemenperin, Kris Sasono Ngudi Wibowo (kanan) bersama Wakil Ketua FDSA Tiongkok, Zengyu Hui (kiri) meneken MoU di Tangerang, Banten, Jumat (26/9/2025). 

JAKARTA – Memperkuat peran Indonesia dalam rantai pasok halal bukan sekadar soal produksi, tapi juga strategi positioning di pasar global. Dengan populasi muslim terbesar di dunia, Indonesia punya keunggulan alami untuk jadi pemain utama.

Langkah menuju pusat industri halal global butuh integrasi hulu-hilir—dari standar sertifikasi, infrastruktur, hingga branding produk halal. Jika ekosistem ini terbangun solid, Indonesia tak hanya jadi konsumen besar, tapi juga motor penggerak industri halal dunia

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) bersama dengan Food and Drug Corporation Quality and Safety Promotion Association (FDSA) Tiongkok menjalin kerja sama untuk memperkuat peran Indonesia dalam rantai pasok, serta menjadikannya sebagai pusat industri halal global.

"Saat ini Indonesia menduduki peringkat ketiga dalam ekosistem halal dunia dan sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar, maka industri halal dalam negeri memiliki potensi nilai yang signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi," kata Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita di Jakarta, Sabtu (27/9).

Disampaikan dia, perkembangan pasar industri halal global semakin besar dengan konsumsi umat Muslim global pada enam sektor ekonomi syariah mencapai 2,43 triliun dolar AS pada 2023 dan diperkirakan meningkat menjadi 3,36 triliun dolar AS pada 2028.

Sementara, pada pasar domestik Indonesia jumlah konsumsi rumah tangga Indonesia mencapai Rp3.226,1 triliun pada semester I 2025.

Kerja sama tersebut dikukuhkan dalam penandatangan Nota Kesepahaman (MoU) antara Kemenperin dengan FDSA Tiongkok dalam rangkaian Halal Indonesia International Industry Expo (Halal Indo) 2025, Tangerang, Banten, Jumat (26/9).

Kepala Pusat Industri Halal Kemenperin Kris Sasono Ngudi Wibowo menyampaikan ruang lingkup kerja sama ini mencakup berbagai bidang antara lain pengembangan industri halal, investasi, peningkatan kapasitas, kajian bersama dan inovasi, serta promosi dan fasilitasi pada industri halal.

Kolaborasi ini juga diarahkan untuk mendorong penguatan industri halal melalui pelaksanaan proyek bersama, kemitraan, program pelatihan, studi kolaboratif dan pengembangan, serta kerja sama bisnis antar pelaku industri halal dari kedua negara.

"Dengan potensi Indonesia pada industri halal, tidak hanya pada sektor industri makanan dan minuman, namun potensi industri halal lifestyle lainnya, kami harap produk industri halal nasional mampu menembus pasar dunia," kata dia.

FDSA merupakan asosiasi yang didirikan pada tahun 2016 dengan berfokus pada kualitas dan manajemen keselamatan pangan, farmasi, kosmetik, alat kesehatan, dan produk terkait lainnya.

Dalam pengembangan industri halal, FDSA membentuk satu komite khusus yang akan bekerja sama dengan negara-negara Muslim di seluruh dunia untuk membangun sistem pengembangan industri halal yang mencakup program pendidikan, pelatihan, penelitian, serta memfasilitasi pengujian dan sertifikasi industri internasional.

Kerja sama ini diharapkan mampu membuka akses bagi pelaku industri halal dalam negeri ke pasar Tiongkok yang memiliki konsumen Muslim signifikan, serta menjadi bentuk komitmen antar kedua negara dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi berbasis industri halal.

Kemenperin menegaskan untuk terus mengawal implementasi kerja sama ini agar mampu meningkatkan kapasitas pelaku industri, meningkatkan daya saing industri halal, dan menjadi sarana promosi industri halal dalam negeri ke kancah internasional.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
gaia musik festival

Pusat Kota Karawang Akan Memiliki Taman

36 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Pusat Kota Karawang Akan Me...
Megapolitan
Di Era Kepintaran Buatan, E...

Ada Apa Kemendagri dan KPK Bentuk Klaster Integritas Pemda?

51 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Ada Apa Kemendagri dan KPK ...

Toronto Jadi Ajang Bersama Venus dan Eala  

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Toronto Jadi Ajang Bersama ...
Megapolitan
Pengadilan Tinggi Jakarta M...

Daerah Gencarkan Transaksi Menggunakan Sitem QRIS

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Daerah Gencarkan Transaksi ...

Manfaatkan Potongan Harga Tiket Kereta Api

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Nasional
Manfaatkan Potongan Harga T...

Polres Lombok Timur Pantau Pembelian BBM di SPBU

1.5 jam yang lalu | Bambang Wijanarko

Daerah
Polres Lombok Timur Pantau ...

Rupiah Masih Rentan, 5 Agustus 2026

1.5 jam yang lalu | Rizky

Ekonomi
Rupiah Masih Rentan, 5 Agus...

Ajax Resmi Umumkan Kedatangan Marc ter Stegen

1.5 jam yang lalu | Bambang Wijanarko

Olahraga
Ajax Resmi Umumkan Kedatang...

Krisis di FIFA Kian Memanas, Posisi Gianni Infantino Terancam Usai Gagal Jual Hak Komersial Piala Dunia

Krisis di FIFA Kian Memanas, Posisi Gianni Infantino Terancam Usai Gagal Jual Hak Komersial Piala Dunia

05 Aug 2026
Pilihan Pembaca
# 4
# 4
Empat TPU di Kota Semarang Sudah Penuh
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.