Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Ini Luar Biasa, AI Ditunjuk Menjadi Menteri Pengadaan Barang di Negara Berikut

📅 Jumat, 26 Sep 2025, 05:44 WIB | Oleh:
Ini Luar Biasa, AI Ditunjuk Menjadi Menteri Pengadaan Barang di Negara Berikut Doc: ist
Ket. teknologi pintar

JAKARTA – Selama ini kecerdasan buatan (AI) adalah memang teknologi pinter. Tapi cukup mengagetkan setelah ditunjuk menjadi menteri di Albania. Pakar pemerintahan digital Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Dewi Sekar Kencono, mengatakan penunjukan kecerdasan buatan (AI) sebagai Menteri Pengadaan di Albania berpotensi menimbulkan persoalan akuntabilitas.

"Kalau AI salah ambil keputusan, siapa yang bertanggung jawab? Backbone dan back office yang memproses data harus jelas," kata Dewi di Kantor Program Studi Ilmu Pemerintahan UMY, Yogyakarta, Kamis.

Menurut dia, kesiapan masyarakat juga menjadi isu penting. Sebagai negara miskin dengan tingkat literasi digital rendah, belum semua warga Albania mampu mengakses layanan berbasis AI.

"Kalau warganya tidak melek teknologi, keberlanjutan sistem ini diragukan. Bisa jadi hanya shock therapy yang tidak berumur panjang," ujarnya.

Menurut Dewi, AI sebaiknya ditempatkan bukan sebagai pengambil keputusan mutlak, melainkan sebagai sistem pendukung pengambilan keputusan atau decision support system.

Teknologi tersebut, kata dia, dapat membantu mitigasi kebijakan, proyeksi pembangunan, hingga prediksi bencana berbasis big data. Namun, syarat mutlaknya adalah validitas data.

"Kalau setup data dari awal salah, kebijakan yang lahir pun akan salah," katanya.

Dewi menilai Indonesia masih jauh dari kesiapan mengikuti jejak Albania sebab Infrastruktur digital belum merata dan masih banyak wilayah blank spot internet sebagai hambatan besar.

"Tender pengadaan barang-jasa memang sudah melalui e-procurement, tetapi monitoring tetap manual. Jadi, tidak bisa serta merta diserahkan ke AI," ujarnya.

Ia menyebut penggunaan AI dalam pemerintahan Indonesia sejauh ini masih terbatas pada chatbot layanan publik atau sistem pendukung keputusan yang sifatnya teknis.

Menurut dia, untuk melompat ke level kementerian, dibutuhkan fondasi kuat, mulai dari regulasi, kesiapan infrastruktur, hingga literasi masyarakat.

"AI bisa membantu pemerintah, tetapi data harus valid, prosesnya transparan, dan keamanan pribadi tetap dijaga. Yang terpenting, masyarakat perlu literasi digital yang lebih baik," kata Dewi. Ini langkah luar biasa sekaligus mencemaskan. Andai saja seperti tadi disebutkan salah ambil keputusan perlu ada yang bertanggung jawab. Kemajuan atau kebablasan penunjukan AI sebagai menteri pengadaan barang.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Ekonomi
Indonesia produksi beras te...

Pementasan prembon pada Pesta Kesenian Bali

25 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pementasan prembon pada Pes...

Upaya pengembangan komoditas hortikultura

25 menit yang lalu | Wahyu AP

Ekonomi
Upaya pengembangan komodita...

Tradisi pembuatan bubur Asyura

25 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Tradisi pembuatan bubur Asyura

.Penindakan pakaian bekas impor ilegal

30 menit yang lalu | Wahyu AP

Megapolitan
.Penindakan pakaian bekas i...
Nasional
Bakti kesehatan memperingat...

PT KAI: Pelanggan Kereta Imperial Naik 162,04 Persen

35 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Ekonomi
PT KAI: Pelanggan Kereta Im...
Ekonomi
Ekspor mobil produksi dalam...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
# 7
Crysencio Summerville
📅 Rabu, 24-Jun-2026
# 7
Crysencio Summerville
📅 Rabu, 24-Jun-2026
Crysencio Summerville
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.