Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Pemkab Subang Waspada Setelah Terjadi Keracunan MBG

📅 Kamis, 25 Sep 2025, 22:25 WIB | Oleh:
Pemkab Subang Waspada Setelah Terjadi Keracunan MBG Doc: ANTARA/Ali Khumaini
Ket. Ilustrasi - Program Makan Bergizi Gratis di salah satu sekolah di Subang.

Subang -- Pemerintah Kabupaten Subang, Jawa Barat, akan meningkatkan pengawasan pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis menyusul peristiwa dugaan keracunan yang dialami sejumlah pelajar SDN Rawalele, Kecamatan Dawuan, Subang.

Bupati Subang Reynaldy Putra Andita, di Subang, Kamis, menyampaikan keprihatinannya atas kejadian dugaan keracunan yang dialami para pelajar SD tersebut. Oleh karena itu pihaknya akan meningkatkan pengawasan pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Ia mengatakan meski MBG merupakan program pemerintah pusat, tapi Pemerintah Kabupaten Subang tetap bertanggung jawab mengontrol pelaksanaan di lapangan.

"Pemerintah daerah tetap akan mengawasi agar program sesuai arahan Presiden sekaligus menjamin keamanan anak-anak Subang," kata dia.

Sebanyak 11 pelajar SDN Rawalele, Kecamatan Dawuan, Subang pada Kamis ini mengalami gejala keracunan usai menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG).

Keterangan dari pihak sekolah, para pelajar itu mengalami mual-mual setelah menyantap makanan dalam program MBG dengan menu nasi, ikan dori, tempe dan sayur jagung.

Selanjutnya para siswa dibawa ke Puskesmas, hingga akhirnya bisa pulang setelah menjalani perawatan.

"Peristiwa dugaan keracunan yang dialami sejumlah anak SDN Rawalele itu menjadi perhatian serius. Kami akan meningkatkan pengawasan pelaksanaan program MBG," kata bupati.

Ia menekankan agar seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) wajib memiliki Sertifikat Laik Hygiene Sanitasi (LSHS).

Sementara itu, sesuai dengan data Dinas Kesehatan setempat, dari 44 SPPG di Subang, baru tiga SPPG yang mengantongi sertifikat LSHS. Jadi mayoritas SPPG di Subang hingga kini belum memiliki sertifikat LSHS, tapi tetap beroperasi menjalankan program MBG.

"Saat ini, baru tiga dari total jumlah 44 SPPG yang tersertifikasi. Kami sedang dalami dan tindak lanjuti. Semua harus segera bersertifikat agar kejadian serupa bisa dicegah," katanya. 

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Berpotensi Melemah Lanjutan...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.