Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kanker Jadi Penyebab Kematian Nomor Satu di Korsel

📅 Kamis, 25 Sep 2025, 23:02 WIB | Oleh:
Kanker Jadi Penyebab Kematian Nomor Satu di Korsel Doc: AFP/Jung Yeon-je

SEOUL - Kantor statistik Korea Selatan menyebutkan bahwa kanker, penyakit jantung, dan pneumonia menjadi tiga penyebab kematian utama di Korea Selatan (Korsel) pada 2024.

Kanker menyebabkan 174,3 kematian per 100.000 penduduk Korsel pada 2024, naik dari 166,7 kematian pada tahun sebelumnya. Kanker tetap menjadi penyebab kematian nomor satu sejak data terkait mulai dihimpun pada 1983.

Di antara kasus kematian akibat kanker, angka kematian tertinggi berasal dari kanker paru-paru dengan 38,0 kematian per 100.000 orang, disusul kanker hati dengan 20,4; kanker kolorektal dengan 19,0; kanker pankreas dengan 16,0, dan kanker lambung dengan 14,1.

Penyebab kematian tertinggi kedua adalah penyakit jantung, yang menyebabkan 65,7 kematian per 100.000 orang pada tahun lalu, sementara pneumonia berada di peringkat ketiga dengan angka kematian 59,0.

Dalam daftar 10 penyebab kematian teratas itu, terdapat pula penyakit serebrovaskular dengan 48,2 kematian per 100.000 orang, penyakit Alzheimer dengan 23,9, diabetes dengan 21,7, penyakit hipertensi dengan 16,1, penyakit organ hati dengan 15,3, dan keracunan darah dengan 15,1.

Bunuh diri menempati peringkat kelima dengan 29,1 kasus kematian per 100.000 orang pada 2024, naik dari 27,3 kematian pada tahun sebelumnya.

Bunuh diri merupakan penyebab kematian utama di antara mereka yang berusia belasan tahun, 20-an tahun, 30-an tahun, dan 40-an tahun pada tahun lalu.

Total kematian di negara tersebut mencapai 358.569 pada 2024, meningkat 1,7 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Ant/Xinhua

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Daerah
Badan Geologi Laporkan Akti...
Daerah
Surabaya Siapkan Sensor Pem...
Advertisement
Lebih Tinggi dari India dan Laos, AS Tetapkan Tarif Antidumping Panel Surya Indonesia hingga 173,7 Persen

Lebih Tinggi dari India dan Laos, AS Tetapkan Tarif Antidumping Panel Surya Indonesia hingga 173,7 Persen

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.