Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Demi Perkuat Kemandirian Pangan Perkotaan, Pemkot Bandung Luncurkan Rencana Induk Pangan dan Aplikasi Pengelolaan ‘Food Waste’

📅 Kamis, 25 Sep 2025, 15:15 WIB | Oleh:
Demi Perkuat Kemandirian Pangan Perkotaan, Pemkot Bandung Luncurkan Rencana Induk Pangan dan Aplikasi Pengelolaan ‘Food Waste’ Doc: Humas Kota Bandung
Ket. Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan

BANDUNG - Dalam momentum Hari Tani Nasional 2025, Pemerintah Kota Bandung meluncurkan Rencana Induk Ketahanan Pangan 2025–2030 sekaligus aplikasi pemanfaatan sisa makanan (food waste). Keduanya dinilai sebagai terobosan penting untuk memperkuat kemandirian pangan perkotaan.

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan menyatakan, ketahanan pangan adalah pilar penting kedaulatan bangsa.

“Tanpa ketahanan pangan, ancaman terhadap negara akan semakin besar. Maka Bandung harus menyiapkan grand design pangan yang berkelanjutan,” kata Wali Kota Farhan.

Wali Kota Farhan menjelaskan, rencana induk pangan ini akan menjadi pedoman bagi seluruh program pangan dan pertanian kota. Mulai dari perlindungan lahan pertanian, pemanfaatan teknologi, hingga perencanaan distribusi pangan.

“Ini bukan proyek satu tahun, melainkan arah jangka panjang yang wajib dijaga,” imbuh dia.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Bandung, Gin Gin Ginanjar mengatakan, Kota Bandung memang tidak bisa berdiri sendiri dalam memenuhi kebutuhan pangan.

“Kota Bandung bukan produsen, 96 persen pangan kita bergantung dari luar. Maka kita harus punya desain yang terintegrasi agar pasokan tetap terjamin,” ujar dia.

Selain rencana induk, Pemkot Bandung juga memperkenalkan aplikasi pengelolaan food waste. Aplikasi ini memungkinkan sisa makanan dari hotel, restoran, dan rumah tangga bisa terkoneksi dengan kelompok masyarakat agar tetap bermanfaat.

Sebaiknya Anda baca juga:

“Sisa makanan yang masih layak bisa dialihkan ke masyarakat yang membutuhkan, sedangkan yang tidak layak bisa diolah jadi pupuk organik. Aplikasi ini lahir dari kerja sama dengan Unpar (Universitas Katolik Parahyangan) dan komunitas lokal,” jelas Gin Gin.

Data DKPP menunjukkan indeks ketahanan pangan Kota Bandung pada 2023 mencapai angka 90,46, lebih tinggi dari rata-rata Jawa Barat. Namun tantangan tetap ada, seperti masih adanya gizi buruk, ketergantungan suplai luar daerah, dan tingginya food waste perkotaan.

Dengan adanya rencana induk dan aplikasi ini, Pemkot Bandung ingin menunjukkan bahwa kota metropolitan bisa tetap menjaga ketahanan pangan melalui inovasi, kolaborasi, dan efisiensi pengelolaan pangan. ils/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Luar Negeri
Mojtaba Bersumpah Balas Kem...
Ekonomi
Di IDEAS Conference 2026, P...
Luar Negeri
Iran Kembali Tutup Selat Ho...
Luar Negeri
Jumlah Korban Tewas Akibat ...

Piala Dunia, Argentina Lolos ke Semifinal Hadapi Inggris

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Piala Dunia, Argentina Lolo...

Piala Dunia, Julian Alvarez Getarkan Jala Swiss Menit 111

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Piala Dunia, Julian Alvarez...
Daerah
Revitalisasi Sekolah di Lom...
Piala Dunia, Argentina Lolos ke Semifinal Hadapi Inggris

Piala Dunia, Argentina Lolos ke Semifinal Hadapi Inggris

12 Jul 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.