Tak Mau Kecolongan Dilibas Bencana, Makassar Membentuk Kampung Siaga Bencana
📅 Senin, 22 Sep 2025, 01:04 WIB | Oleh: Aloysius Widiyatmaka
Doc: ist
MAKASSAR – Siap siaga menjadi kunci sukses mengatasi dan mengantisipai bencana. Untuk itu, perlu dibangun kesiagaan bencana. Itulah yang dikerjakan Kementerian Sosial (Kemensos) dan Pemerintah Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Keduanya bersinergi dalam membentuk Kampung Siaga Bencana (KSB).
Ini sebagai komitmen dalam memperkuat ketangguhan masyarakat menghadapi potensi bencana dan tak mau kecolongan dengan berbagai bencana. Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin di Makassar, Minggu, mengatakan, total sebanyak 120 relawan tim KSB yang terbagi ke dua kecamatan, Biringkanaya dan Manggala, dikukuhkan langsung pada apel pencanangan dan simulasi KSB di Anjungan Pantai Losari.
"Untuk pencanangan ini ada 120 relawan tim KSB dan itu terbagi ke dua kecamatan berbeda, yakni Kecamatan Biringkanaya dan Manggala," ujarnya. Munafri menjelaskan bahwa Kota Makassar di wilayah Biringkanaya dan Manggala, memang memang rawan bencana banjir. Karena itu, dua wilayah di kecamatan tersebut menjadi perhatian dan kesiapsiagaan masyarakat merupakan kunci utama untuk meminimalkan dampak bencana.
Ia pun berharap masyarakat tidak hanya menjadi korban pasif, tetapi mampu menjadi subjek aktif dalam penanggulangan bencana, dari tahap kesiapsiagaan, tanggap darurat, hingga pemulihan pascabencana. “Kesadaran dan kesiapsiagaan masyarakat adalah hal yang paling penting. KSB bukan hanya sekadar program, tetapi gerakan gotong royong dan solidaritas sosial," katanya.
Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat, pemangku kepentingan, dan pilar sosial untuk menjadikan KSB sebagai wadah pembelajaran, kerjasama, dan saling tolong-menolong demi keselamatan bersama. “Semoga KSB ini bisa menjadi contoh dalam penanggulangan bencana di Kota Makassar. Mari bersama membangun masyarakat yang tangguh,” ucapnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sekretaris Jenderal Kementerian Sosial RI, Robben Rico, hadir langsung bersama jajaran Kemensos memberikan dukungan. Turut hadir jajaran Forkopimda Kota Makassar, menyampaikan apresiasinya terhadap pengukuhan KSB untuk dua kecamatan rawan bencana tersebut. Pada sambutannya, Robben menjelaskan konsep KSB adalah memberikan pertolongan pertama dalam kebencanaan sebelum bantuan skala besar datang dari pusat atau provinsi.
"Jadi konsep KSB adalah memberikan pertolongan pertama dalam kebencanaan sebelum bantuan skala besar datang dari pusat atau provinsi," ucap dia.
Bantuan
Sebaiknya Anda baca juga:
Badan Penanganan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar menyalurkan bantuan kepada para penyintas pasca-kebakaran yang merenggut satu korban jiwa dan delapan rumah terdampak di Jalan Teluk Bayur RT/RW 005/004, Maccini Sombala, Kecamatan Tamalate, Makassar, Sulawesi Selatan.
"Sudah disalurkan bantuan kebutuhan mendesak seperti selimut, sarung, terpal, pakaian, bahan pokok, family kit, baby kit, peralatan P3K, serta mendirikan tenda darurat sebagai tempat tinggal sementara korban terdampak," kata Kepala Pelaksana BPBD Makassar Muhammad Fadli Tahar, Minggu. Dari hasil pendataan Tim Reaksi Cepat (TRC), jumlah rumah semi permanen yang terdampak sebanyak delapan unit. Rusak berat enam unit, rusak sedang satu unit dan rusak ringan satu unit.
Untuk korban meninggal dunia atas nama Afifah Septiana Asdar, perempuan berusia 7 tahun, dan total korban terdampak sebanyak 35 jiwa dari 11 keluarga.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!